Sosiolog UI Pesimistis Kasus Pembunuhan Munir Tuntas di Era Jokowi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sosiolog dari Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

    Sosiolog dari Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola pesimistis kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia Munir Said Thalib akan tuntas di era Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan penyebabnya adalah oligarki yang sudah begitu merajalela.

    “Saya punya pandangan yang pesimistis dengan penuntasan ini,” kata dia dalam diskusi daring bertema Desakan Ornop dan Tokoh Demokrasi kepada Presiden Jokowi dan DPR untuk Mengusut Aktor Utama Pembunuhan Munir, Senin, 6 September 2021. Diskusi digelar menjelang peringatan 17 tahun pembunuhan Munir pada 7 September 2021.

    Thamrin menjelaskan perbedaan ciri oligarki atau segelintir orang berkuasa di era sekarang dengan jaman dahulu. Dia membagi perkembangan oligarki menjadi tiga babak. Babak pertama di era penjajahan Belanda hingga setelah proklamasi. Dia menamakan oligarki di era ini sebagai benevolent oligarchy.

    Mereka masih memiliki semangat untuk mendorong demokrasi, menumbuhkan partai politik dan mendorong adanya oposisi di parlemen. Era oligarki ini mati seiring dengan masuknya militer di era Demokrasi Terpimpin pada 1959. Dia menamakan era ini sebagai oligarki dengan ciri militeristik dan fasistik. Ciri oligarki ini berlanjut hingga Orde Baru.

    Menurut Thamrin, oligarki setelah reformasi memiliki ciri yang berbeda lagi. Menggunakan istilah pandemi Covid-19, dia bilang oligarki era tersebut adalah mutase dan replikasi dari oligarki era Orba. “Oligarki yang sekarang bercokol persis Orba dan malah lebih sadis lagi,” kata dia.

    Dia menamakan oligarki era ini sebagai oligarki yang melakukan penundukan total. Ciri khas oligarki generasi ketiga ini, kata dia, adalah antidemokrasi dan membungkan suara kritis di DPR hingga kampus. “Oligarki yang sekarang bercokol membuat napas demokrasi sesak dan suara kritis dibungkam,” ujar dia.

    Karena kondisi itu, Thamrin sangsi kasus Munir bakal tuntas. Dia juga mengatakan ragu kasus itu bakal tuntas setelah era Presiden Jokowi. “Setelah Presiden Jokowi pun akan tetap sulit, kalau rentang jaringan oligarki yang melakukan penundukan total ini tidak bisa dikendalikan,” kata dia.

    Dia mengatakan oligarki memang tidak bisa dihilangkan. Itu seperti hukum besi yang akan selalu ada di setiap negara atau organisasi. Tetapi, oligarki perlu dikendalikan. “Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan monster liar besar yang sangat tidak mau tahu dengan semua pembatasan hukum atau pembatasan lainnya itu,” kata dia.

    Baca: 17 Tahun Pembunuhan Munir, Simak Enam Fakta Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.