Kunjungi Merauke, Mentan Salurkan Bantuan Pertanian Senilai Rp 19,43 Miliar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kunjungi Merauke, Mentan Salurkan Bantuan Pertanian Senilai Rp 19,43 Miliar

    Kunjungi Merauke, Mentan Salurkan Bantuan Pertanian Senilai Rp 19,43 Miliar

    INFO NASIONAL - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyaksikan panen raya padi yang dilakukan petani di Kabupaten Merauke, Papua. Dalam kunjungan ini, Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan untuk sektor pertanian dengan nilai mencapai Rp 19,43 miliar.

    "Bapak Bupati, lahanmu ini bagus sekali dan saya bersyukur kita bisa bertemu dalam situasi seperti ini. Bertani itu membutuhkan kesabaran, ketenangan untuk memikirkan kenapa matahari kita sama di mana-mana dengan daerah lain seperti Jawa. Air kita juga sama. Kalau begitu, kenapa orang di sana bisa lebih cepat. Nah, itu kan tantangannya dan saya bersama Bapak Bupati, TNI, Komisi IV siap untuk membackup ini," ucap Syahrul saat memberikan arahan usai menyaksikan panen padi di Distrik Tanah Miring, Merauke, Jumat, (3/9).

    Syahrul meminta Merauke melakukan klasterisasi pada setiap lahan pertanian yang ada dengan pengembangan diversifikasi komoditas tanaman hortikultura maupun perkebunan, seperti melakukan tumpang sari padi dengan pisang, jagung, kelapa, kopi, dan lainnya. Hal ini juga bertujuan membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

    "Jadi nanti petani bisa panen jagung, bisa panen pisang. Jika misalnya dalam setiap 1.000 hektar padi misalnya kita tumpang sari-kan dengan kelapa, ujungnya kan bisa menjadi pabrik sabuk, tempurung, VCO, Nata De Coco. Jadi, dalam satu hamparan kita konsentrasikan dan rencanakan bersama," sebut mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.

    Di sisi lain, Syahrul juga menerangkan terkait ketersediaan pupuk subsidi. Dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) itu, kebutuhan pupuk bersubsidi mencapai 24 juta ton. Namun, kemampuan pemerintah untuk menyediakan pupuk bersubsidi hanya mencapai sembilan juta ton, sehingga menyebabkan kurangnya stok pupuk bersubsidi.

    "Jadi memang jauh sekali dari 24 juta ke sembilan juta ton. Tetapi hari ini kalau 13 ribu ton saja yang masuk ke Merauke, tambah lagi-lah Pak Dirjen PSP. Jangan buat malu saya dan Bapak Bupati," tuturnya dengan gurauan.

    Syahrul menegaskan pihaknya akan mendukung berbagai program di sektor pertanian untuk mendukung produktivitas petani Merauke. "Jadi apa yang diminta Pak Bupati hari ini, saya berikan. Kita bangun RMU modern dan kita tambah alokasi pupuk untuk Merauke. Saya sangat bangga dengan semangat Pak Bupati. Kita bisa sama-sama memajukan pertanian di Papua ini," tambahnya.

    Perlu diketahui, pertanian adalah salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi positif pada perekonomian nasional di tengah kondisi pandemi wabah Covid-19. Sesuai data BPS, PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (Q to Q), bahkan ekspor pertanian Indonesia telah mencapai Rp 451,8 triliun di sepanjang 2020 atau naik 15,79 persen dari periode sebelumnya yaitu Rp 390,16 triliun.

    "Di saat pandemi, tidak ada yang bisa jalan selain pertanian, karena semua orang butuh makan. Oleh karena itu, upaya kita harus terus jalan dan kita tingkatkan apa yang sudah ada," sebut Syahrul.

    "Seperti kondisi di sini, kita akan mewujudkan keinginan bupati untuk membangun RMU modern yang menghasilkan beras kualitas premium dengan memanfaatkan pangsa pasar ekspor negeri tetangga," imbuhnya.

    Di tempat yang sama, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menyambut baik kunjungan Mentan di daerahnya. Romanus mengapresiasi dukungan Menteri Pertanian untuk membangun RMU modern berkapasitas besar dan menambah alokasi pupuk bersubsidi guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

    "Lahan pertanian di Merauke sudah sangat bagus dari sarana dan prasarana. Namun Pak Mentan, kami meminta dua kebutuhan mendasar saat ini untuk petani Merauke yaitu penambahan kuota pupuk bersubsidi dan RMU Modern," tutur Romanus.

    Adapu bantuan pertanian yang disalurkan Kementan untuk Kabupaten Merauke tahun 2021 yakni bantuan benih padi hibrida sawah, padi biofortifikasi, kedelai dan benih jagung serta bantuan benih bawang merah, cabai rawit, dan benih sawi hijau. Bantuan lainnya yakni bibit durian, kelengkeng, tiga unit bangunan pengolahan hortikultura, alat mesin pertanian, 60 ekor sapi, 120 ekor kambing, dan 4.500 ekor ayam.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.