Saiful Mahdi Dosen Unsyiah Kena Kasus Hukum, Istri: Ketilang Saja Tidak Pernah

Reporter

Editor

Amirullah

Saiful Mahdi (baju putih) didampingi Tim Penasehat Hukum dari LBH Banda Aceh saat menjalani pemeriksaan di Kejari Banda Aceh pada Rabu, 27 November 2019

TEMPO.CO, Jakarta - Istri dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Saiful Mahdi, Dian, menceritakan baru kali ini suaminya menghadapi kasus hukum. Saiful Mahdi merupakan dosen yang dipidana dengan UU ITE karena mengkritik kebijakan kampusnya.

“Tidak bermaksud sombong, tapi kami ketilang saja tidak pernah, memang tidak pernah berhadapan dengan kasus hukum apapun,” kata Dian acara Orasi Kebudayaan Saiful Mahdi, Rabu, 1 September 2021.

Dian mengatakan, Saiful dan dirinya sebagai pendidik dan orang tua selalu mencontohkan kepatuhan menjadi warga negara kepada murid dan anak-anaknya. Ketika Saiful diperiksa penyidik Polres Banda Aceh sebagai saksi, Dian meminta nasihat dan pandangan hukum. 

Dalam diskusi dengan sesama rekan akademisi, Dian menanyakan apakah kritik yang disampaikan Saiful benar atau suaminya hanya merasa benar. Pasalnya, jika suaminya merasa benar, Dian berencana membujuk Saiful untuk meminta maaf. “Kalau yang dilakukan Bang Saiful itu adalah benar yang diperjuangkannya adalah hak, bismillah saya siap mendampingi,” katanya.

Menurut Dian, rekan-rekan Saiful meyakinkan dirinya bahwa yang diperjuangkan suaminya adalah sesuatu yang benar. Seiring dengan bergulirnya kasus Saiful, dukungan terhadap mereka pun terus mengalir. Seperti Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga Henri Subiakto dan beberapa akademisi rela terbang ke Aceh dan bersedia menjadi saksi ahli dalam sidang Saiful.

“Dukungan teman-teman inilah yang membuat saya percaya, saya kuat. Karena kalau kami melakukan sendiri hal ini, mustahil terjadi,” ujarnya.

Dian menuturkan, Saiful hanya lah PNS golongan III C yang tidak memiliki jabatan apapun. Sementara dirinya juga hanya seorang ibu rumah tangga. Dukungan lewat penandatanganan petisi oleh 70 ribu orang juga menjadi bukti bahwa Dian dan Saiful tidak berjuang sendirian.

“Kita berdua hanya mencari kebenaran sementara dengan memohon petunjuk dan perlindungan dari Tuhan, sehingga mampu berhikmah dan berpegang pada fakta kebenaran akal sehat,” kata Dian.

Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran Susi Dwi Harijanti mengatakan bahwa para akademisi akan selalu bersama Saiful dan keluarganya dalam meneruskan perjuangan meraih kebebasan akademik. Ia menyampaikan bahwa jalan meraih keberhasilan dan kebaikan adalah jalan yang terjal dan berliku.

“Seterjal apapun kami tetap bersama Bapak. Kepada Ibu, doa kami selalu bersama keluarga Bapak Saiful Mahdi. Tidak perlu berkecil hati, tetap semangat menghadapi ini,” ucap Susi.

Saiful Mahdi terancam masuk penjara atas kasus pencemaran nama baik yang dituduhkan kepadanya setelah mengkritik hasil penerimaan CPNS di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala pada 2018.

Pengadilan Negeri Banda Aceh memvonis Saiful Mahdi tiga bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider 1 bulan penjara setelah melalui 18 kali sidang. Saiful menempuh upaya banding dan kasasi, tetapi semuanya kandas.






AJI Desak Polisi Usut Tuntas Peretasan Terhadap Narasi

1 hari lalu

AJI Desak Polisi Usut Tuntas Peretasan Terhadap Narasi

Aji mendesak agar kasus peretasan dan serangan terhadap media Narasi diusut tuntas untuk memberi efek jera kepada pelaku.


Kepada CPNS Pemprov DKI, Marullah Matali: Miliki Mental Positif dan Profesional

5 hari lalu

Kepada CPNS Pemprov DKI, Marullah Matali: Miliki Mental Positif dan Profesional

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali meminta para CPNS yang lulus pelatihan dasar agar berani menetapkan target tinggi


Kejar Terus Bjorka, Polri: Timsus Bekerja Butuh Kecermatan dan Ketelitian

9 hari lalu

Kejar Terus Bjorka, Polri: Timsus Bekerja Butuh Kecermatan dan Ketelitian

Tim khusus masih mencari sosok di balik hacker Bjorka. Koordinasi dengan lembaga di luar negeri pun akan dilakukan.


Beban Tambun Dana Pensiun PNS

11 hari lalu

Beban Tambun Dana Pensiun PNS

MenkeuSri Mulyani mengatakan akan mengubah formulasi pembayaran dana pensiun PNS dari manfaat pasti menjadi iuran pasti.


Tahun Depan, Rp 156,4 Triliun Dianggarkan untuk Bayar THR dan Gaji ke-13 PNS hingga Pensiunan

11 hari lalu

Tahun Depan, Rp 156,4 Triliun Dianggarkan untuk Bayar THR dan Gaji ke-13 PNS hingga Pensiunan

Pemerintah tahun depan menyiapkan anggaran sebesar Rp 156,4 triliun untuk membayarkan gaji ke-13 dan THR bagi PNS, TNI dan Polri hingga pensiunan.


Disangka Bantu Bjorka, Pemuda Madiun Dijerat Empat Pasal UU ITE

13 hari lalu

Disangka Bantu Bjorka, Pemuda Madiun Dijerat Empat Pasal UU ITE

Merujuk hasil interogasi pihak kepolisian, motif MAH membantu Bjorka adalah ingin terkenal dan memperoleh banyak uang.


Bantu Bjorka, Pemuda Madiun Dijerat Tiga Pasal UU ITE

13 hari lalu

Bantu Bjorka, Pemuda Madiun Dijerat Tiga Pasal UU ITE

Polri masih belum bisa mengungkap identitas Bjorka. Pria Madiun yang sebelumnya ditangkap dikenakan UU ITE.


Memburu Bjorka, Menangkap Agung

14 hari lalu

Memburu Bjorka, Menangkap Agung

Polisi menangkap Agung yang dianggap sebagai membantu kejahatan. Pelaku utamanya, Bjorka, masih berkeliaran bebas.


Wali Kota Makassar Minta Pegawainya Pakai Ojek Online Setiap Selasa, Asosiasi: Patut Dicontoh

14 hari lalu

Wali Kota Makassar Minta Pegawainya Pakai Ojek Online Setiap Selasa, Asosiasi: Patut Dicontoh

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengeluarkan surat edaran imbauan kepada pengguna jasa transportasi ojek online di lingkup pemkot.


Pria Madiun Ditangkap, Kompolnas: Agar Tak Ada yang Ikut-ikutan Bantu Bjorka

15 hari lalu

Pria Madiun Ditangkap, Kompolnas: Agar Tak Ada yang Ikut-ikutan Bantu Bjorka

Kompolnas mengatakan penangkapan pria Madiun yang jual akun telegram Bjorka adalah langkah polisi agar tak ada lagi yang ikut-ikutan peretas itu.