Jokowi Terbitkan PP Larang Menggunduli Anak yang Bermasalah dengan Hukum

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak membawa sepasang sandal ke kantor Komisi Perlindungan Anak di Jakarta, Selasa (3/1), sebagai bentuk protes terhadap vonis seorang anak 15 tahun yang  dituduh mencuri sepasang sandal tua di provinsi Sulawesi Tengah. Ribuan warga telah mengirim sandal jepit dan sandal tua untuk diserahkan ke kantor polisi dan  kejaksaan sebagai dukungan bagi anak laki-laki yang tengah menghadapi tuntutan hingga lima tahun penjara jika terbukti bersalah, sama dengan tuntutan yang diberikan kepada tersangka teroris, pengedar narkotika dan pemerkosa. AP/Achmad Ibrahim

    Anak-anak membawa sepasang sandal ke kantor Komisi Perlindungan Anak di Jakarta, Selasa (3/1), sebagai bentuk protes terhadap vonis seorang anak 15 tahun yang dituduh mencuri sepasang sandal tua di provinsi Sulawesi Tengah. Ribuan warga telah mengirim sandal jepit dan sandal tua untuk diserahkan ke kantor polisi dan kejaksaan sebagai dukungan bagi anak laki-laki yang tengah menghadapi tuntutan hingga lima tahun penjara jika terbukti bersalah, sama dengan tuntutan yang diberikan kepada tersangka teroris, pengedar narkotika dan pemerkosa. AP/Achmad Ibrahim

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus bagi Anak.

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan PP ini merupakan tindakan afirmatif yang bertujuan untuk memberikan jaminan rasa aman, layanan, dan mencegah pelanggaran hak-hak anak yang membutuhkan perlindungan khusus.

    “PP ini menjadi landasan bagi pemerintah untuk menyelenggarakan koordinasi kebijakan, program, dan layanan terhadap anak yang membutuhkan perlindungan khusus,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga dikutip dari laman resmi Kementerian PPPA, Jumat, 20 Agustus 2021.

    Pasal 7 dalam PP ini mengatur bahwa perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum dilakukan melalui beberapa hal. Diantaranya bebas dari penyiksaan, penghukuman dan perlakukan yang kejam. "Pembebasan dari penyiksaan, penghukuman, atau perlakuan lain yang kejam, tidak manusiawi, serta merendahkan martabat dan derajat".

    Dalam lampiran penjelasan, yang dimaksud dengan pembebasan dari penyiksaan, penghukuman, atau perlakuan lain yang kejam, tidak manusiawi serta merendahkan martabat dan derajat antara lain:

    1. Disuruh membuka baju dan lari berkeliling
    1. Digunduli rambutnya
    1. Diborgol
    1. Disuruh membersihkan WC
    1. Anak disuruh memijat penyidik

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca juga:

    Bonus Demografi 2045 Tuntut Pemenuhan Hak Ekologis Anak Sekarang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.