Rumah Sakit dan Klinik Mulai Turunkan Harga Tes PCR

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas kesehatan layanan tes usap (swab) antigen dan PCR dikawasan Mampang Jakarta, Kamis 22 Juli 2021. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) sendiri telah menetapkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan swab test antigen sebesar Rp250.000 untuk Pulau Jawa dan Rp275.000 untuk daerah di luar Pulau Jawa. Tempo/Tony Hartawan

    Fasilitas kesehatan layanan tes usap (swab) antigen dan PCR dikawasan Mampang Jakarta, Kamis 22 Juli 2021. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) sendiri telah menetapkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan swab test antigen sebesar Rp250.000 untuk Pulau Jawa dan Rp275.000 untuk daerah di luar Pulau Jawa. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan telah menetapkan batasan tertinggi harga tes Covid-19 dengan metode real time (RT) PCR sebesar Rp 495 ribu di Pulau Jawa dan Bali, serta Rp 525 ribu di luar Jawa dan Bali. Sejumlah rumah sakit dan klinik pun terpantau mulai melakukan penurunan harga tes PCR.

    Rumah Sakit Siloam misalnya, yang mulai menetapkan harga tertinggi tes PCR Swab Test. Di situs resmi mereka, Siloam mengatakan harga ini mulai berlaku, Kamis, 18 Agustus 2021. Mereka juga menjanjikan hasil tes bisa keluar dalam waktu 1x24 jam.

    Begitu juga dengan Rumah Sakit Pelni, di Jakarta Barat. Lewat aplikasi HaloDoc, terlihat RS Pelni telah menurunkan harga tes PCR untuk hasil 1 hari kerja, menjadi Rp 490 ribu.

    Laboratorium Helix yang memiliki sejumlah cabang juga terpantau telah menerapkan harga Rp 495 ribu. Namun mereka juga menyediakan fasilitas tes PCR dengan hasil same day atau di hari yang sama dengan tes. Biayanya, Rp 795 ribu.

    Selanjutnya Bumame Farmasi. Di website mereka, harga tes PCR telah mereka tetapkan sebesar Rp 495 ribu untuk hasil 1x24 jam. Mereka juga menawarkan tes dengan hasil 16 jam seharga Rp 750 ribu dan hasil 10 jam seharga Rp 900 ribu.

    Meski begitu, di aplikasi HaloDoc, terpantau harga yang dipatok Bumame Farmasi untuk tes PCR 1x24 jam masih di atas harga yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 869 ribu.

    Penurunan harga tes PCR ini diputuskan Kementerian Kesehatan setelah Presiden Jokowi memberi arahan untuk segera menurunkan harga tes, pada Ahad, 15 Agustus 2021 lalu. Kemenkes bersama BPKP langsung melakukan evaluasi terhadap keputusan sebelumnya, yang menetapkan harga tertinggi PCR adalah Rp 900 ribu.

    Sejumlah komponen yang dihitung dalam perhitungan harga ini adalah jasa pelayanan (sumber daya manusia), komponen reagen dan bahan habis pakai, biaya administrasi, dan biaya overhead. Ia mengatakan hasil RT PCR ini harus keluar dalam jangka waktu 1x24 jam sejak tes swab dilakukan.

    Kimia Farma juga sudah mulai menurunkan harga tes PCR. Tercatat, perubahan harga tes PCR dan Swab Antigen di Kimia Farma turun dari Rp 900.000 menjadi Rp 500.000. Lalu untuk swab antigen reagen Abbott Panbio dari Rp 190.000 menjadi Rp125.000. Swab antigen reagen selain Panbio (Regular) dari Rp 190.000 menjadi Rp 85.000. SLA hasil tes PCR adalah maksimum 16 jam dari sejak pengambilan sample (berlaku di Jakarta, Bandung, Semarang, Medan dan Makassar).

    Baca juga: Harga PCR di Bandara Soekarno Hatta dan Bandung Turun jadi Rp 495 Ribu

    EGI ADYATAMA | MEGA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.