Hari Pramuka: Sako Ma'arif, Satuan Pramuka Bentukan Nahdlatul Ulama

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pramuka Sako Ma'arif NU. nu.or.id

    Pramuka Sako Ma'arif NU. nu.or.id

    TEMPO.CO, Jakarta- Jika Muhammadiyah memiliki kepanduan Hizbul Wathan, maka  Nahdlatul Ulama (NU) memiliki satuan pramuka yang disebut Satuan Komunitas atau Sako Ma’arif (Sakoma). Melansir dari Maariftrenggalek.or.id, Sakoma adalah bentuk komunitas yang berada di lingkungan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif yang mengelola kegiatan dan pembinaan di bidang kepramukaan.

    Latar belakang dibentuknya Pramuka Sako Ma'arif yaitu untuk mempermudah koordinasi dan komunikasi di lingkungan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif. Secara garis besar, Sakoma memiliki bentuk dan konsep yang sama dengan pramuka pada umumnya, tidak ada istilah pergerakan pramuka sendiri. Tetapi, perbedaan yang menonjol yaitu sakoma lebih religius secara kegiatan dan menginduk kemaarifan, selaras dengan tujuan utama Sakoma, yaitu menciptakan pendidikan pramuka yang berkarakter keagamaan.

    Dikutip dari Nu.or.id, menurut ketua PP LP Ma'arif H Arifin Junaidi, Sako Pramuka Ma'arif Nasional terbentuk tahun 2013 sesuai amanat pasal 32 ayat (1) UU nomor 12/2010 tentang gerakan pramuka. Ia menyampaikan tujuan adanya Sako Pramuka yaitu untuk meningkatkan pengembangan sikap bagi anak didik terutama anggota pramuka di lingkungan Ma'arif sehingga membantu di dalam proses pendidikan dan kegiatan belajar mengajar.

    Hari Pramuka, 14 Agustus ini, juga diperingati Sako Ma'arif. Sampai saat ini, 12 pengurus wilayah/provinsi LP Ma'arif Nahdlatul Ulama juga telah membentuk Sako Pramuka Maarif Kwartir Daerah yaitu, Lampung, Jawa Barat, Jatim, Jateng, Yogyakarta, Kalsel, Kalbar, Maluku Utara, Banten, NTB, Kaltim, dan Ternate.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: Hari Pramuka: Mengenal Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Muhammadiyah

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.