Kemenpora Harap Capaska Jadi Role Model Vaksinasi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seluruh Capaska yang mengikuti Diklat Paskibrakanas di PPPON Cibubur mengikuti vaksinasi ke-2 dengan lancar dan tanpa hambatan. Menurut Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh kegiatan vaksinasi kali ini bukan sekedar untuk kesehatan maupun kekebalan kelompok (hard immunity), lebih dari itu diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat.(foto:rayki/kemenpora.go.id)

    Seluruh Capaska yang mengikuti Diklat Paskibrakanas di PPPON Cibubur mengikuti vaksinasi ke-2 dengan lancar dan tanpa hambatan. Menurut Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh kegiatan vaksinasi kali ini bukan sekedar untuk kesehatan maupun kekebalan kelompok (hard immunity), lebih dari itu diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat.(foto:rayki/kemenpora.go.id)

    INFO NASIONAL – Kementerian Pemuda dan Olahraga berharap para Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) yang telah menjalani vaksinasi ke-2 dapat mempercepat upaya pencapaian kekebalan kelompok,sekaligus menjadi contoh untuk masyarakat. Demikian menurut Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh saat memantau vaksinasi di RSON Cibubur, Senin, 9 Agustus 2021.

    "Vaksinasi ke-2 pada hari ini bukan sekedar untuk kekebalan kelompok, lebih dari itu diharapkan adik-adik Paskibraka menjadi role model bagi masyarakat," ucap Asrorun. "Ada kontribusi nyata sebagai agen perubahan, sebagai duta, influencer, tanggung jawab sosial sebagai wakil anak muda menjadi pioner, memberi contoh begitu pentingnya vaksinasi guna menanggulangi Pandemi Covid-19. Kita tahu bahwa masih ada sebagian masyarakat yang enggan untuk di vaksin," kata dia melanjutkan.

    Perihal mekanisme vaksinasi, Kemenpora telah berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan seluruh elemen, baik daerah maupun Kementerian Kesehatan. Semua Capaska yang berangkat dari asal masing-masing dipastikan telah mendapatkan vaksin dosis pertama, untuk kemudian mendapat dosis ke-2 saat diklat.

    "Untuk vaksinya itu sendiri, sebagaimana penjelasan Kemenkes, saat ini yang diizinkan untuk usia dibawah 18 baru Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma. Semua pakai itu," ujar Asrorun.

    Rangkaian vaksinasi dibagi menjadi dua kelompok. Untuk Kelompok Pertama diawali oleh Aurel Febrina dari Lampung dan diakhiri oleh Abdi Ramazhie dari Banten. Kemudian dilanjutkan Kelompok Kedua, diawali Gendis Rizka Mujiamani dari Sulteng dan dipungkasi oleh Kiandra Muchlisya dari DKI Jakarta.

    Saat ditanya perihal pentingnya vaksinasi, Aurel mengungkapkan perasaannya. "Saya tadi yang pertama di antara kawan-kawan, perasaan campur aduk antara senang dan antusias, apalagi dilaksanakan di nasional seperti ini, antusias sekali dan senang," kata putri asal SMAN 1 Pesisir Tengah, Lampung.

    Ia mengatakan, bahwa vaksinasi memiliki arti penting untuk dirinya. Selain untuk untuk imunitas, ditambah sebagai persiapan untuk tugas di Istana Negara. Aurel pun merasa bangga menjadi  role model, pelopor vaksin di kalangan pemuda.

    "Bangga sebagai role model. Kita harus memberi tahu mereka bahwa vaksin tidak berbahaya, vaksin berguna untuk diri sendiri dan masyarakat yang lain agar tidak terpapar, jadi jangan takut ikut vaksin karena vaksin tidak berbahaya," kata Aurel. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.