Teroris di Poso Tersisa 6 Orang, Polri Ungkap Alasan Mereka Sulit Ditangkap

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi bersenjata berjaga di depan ruang jenazah tempat pelaksanaan identifikasi dan otopsi jenazah dari kelompok DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di RS Bhayangkara di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 17 Juli 2021. Kontak tembak antara Satgas Madago Raya dan kelompok DPO MIT Poso kembali terjadi pada 17 Juli di wilayah Kabupaten Parigi Moutong dan menewaskan satu anggota kelompok MIT Poso. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

    Polisi bersenjata berjaga di depan ruang jenazah tempat pelaksanaan identifikasi dan otopsi jenazah dari kelompok DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di RS Bhayangkara di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 17 Juli 2021. Kontak tembak antara Satgas Madago Raya dan kelompok DPO MIT Poso kembali terjadi pada 17 Juli di wilayah Kabupaten Parigi Moutong dan menewaskan satu anggota kelompok MIT Poso. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Inspektur Jenderal Abdul Rakhman Baso mengungkapkan alasan belum tertangkapnya enam anggota teroris di Poso. Hal itu disebabkan adanya simpatisan teroris di wilayah tersebut.

    "Selain medan yang berat, hal utamanya karena masih adanya simpatisan yang mendukung mereka. Kalau mau cepat selesai ya tidak ada simpatisan, tidak ada gerakan-gerakan yang mendukung mereka, maka kasus Poso akan cepat selesai," ujar Abdul Rakhman melalui keterangan tertulis pada Selasa, 27 Juli 2021.

    Saat ini, kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur tersisa enam orang. Pada dua pekan lalu, polisi menembak mati tiga orang buronan kasus terorisme itu dalam waktu yang berbeda.

    Abdul Rakhman mengatakan, dalam menghadapi enam orang buron ini, Satuan Tugas Madago Raya mengutamakan pendekatan lunak, yakni dengan mengimbau Ali Kalora cs menyerahkan diri.

    "Kecuali bila bertemu di lapangan, maka akan terjadi tindakan tegas terukur," kata Abdul Rakhman.

    Untuk memburu keenam teroris anggota MIT itu pun, Polri memperpanjang masa tugas Satuan Tugas Madago Raya, terhitung sejak 1 Juli hingga 30 September 2021 mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.