Vandalisme Baliho Puan, PDIP Duga Ada yang Tak Suka dengan Kinerja Partainya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memberikan arahan kepada tiga pilar partai banteng di Manado, Sulawesi Utara, Senin, 7 Juni 2021. Istimewa.

    Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memberikan arahan kepada tiga pilar partai banteng di Manado, Sulawesi Utara, Senin, 7 Juni 2021. Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - PDI Perjuangan Jawa Timur menyesalkan aksi vandalisme terhadap baliho-baliho Ketua DPR Puan Maharani. Di Blitar, baliho bergambar Ketua Bidang Politik dan Keamanan PDIP itu dicoret-coret dengan tulisan seperti 'open BO'. Sedangkan di Surabaya, baliho Puan dicoret dengan tulisan 'PKI' dan 'Koruptor'.

    Padahal baliho-baliho itu berisi pesan positif kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan mengajak vaksinasi di tengah pandemi Covid-19.

    Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi menduga ada pihak yang tak senang dengan berbagai kerja partainya mengajak masyarakat optimistis menghadapi pandemi. Menurut dia, pelaku tak berani menyerang aksi bagi sembako, operasional ambulans gratis, fasilitas vaksinasi, dan sebagainya yang dilakukan PDIP.

    "Akhirnya mereka menyasar baliho kader partai yang mengkampanyekan protokol kesehatan dan mengajak vaksinasi," ujar Kusnadi dalam keterangan tertulis yang dikirimkan Sekretaris PDIP Jawa Timur, Sri Untari, Selasa, 27 Juli 2021.

    Kendati begitu, Kusnadi mengatakan PDIP telah berpengalaman menghadapi tekanan dan fitnah dari luar. Dia meyakini tekanan dari luar itu justru membuat partai banteng semakin solid di bawah komando Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

    Kusnadi menginstruksikan kadernya untuk menempuh langkah hukum atas vandalisme tersebut. Kader PDIP diminta melapor ke Kepolisian. "Kami dididik untuk taat hukum. Tidak bertindak anarkis untuk mereaksi aksi-aksi vandalisme," kata Kusnadi 

    Sebelumnya, Kepolisian telah menangkap satu orang dalam penyelidikan pencoretan baliho Puan Maharani di Blitar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Gatot Repli Handoko mengatakan, timnya menangkap orang tersebut pada Ahad malam, 25 Juli 2021.

    Tempo menghubungi Gatot untuk menanyakan perkembangan penyelidikan, tetapi belum direspons.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca: Puan Pasang Baliho, PDIP: Wajar Jika Ketua DPR Sampaikan Pesan Lewat Alat Peraga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.