Puan Pasang Baliho, PDIP: Wajar Jika Ketua DPR Sampaikan Pesan Lewat Alat Peraga

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Puan Maharani saat berpidato dalam rapat paripurna ke-8 pembukaan Masa Sidang II Tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 9 November 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR RI Puan Maharani saat berpidato dalam rapat paripurna ke-8 pembukaan Masa Sidang II Tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 9 November 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangam (PDIP) memberikan tanggapan soal banyaknya baliho yang dipasang Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang juga Ketua DPR ini. DPC PDIP Kota Surabaya menyebutkan baliho Puan ini adalah pesan-pesan mendukung kampanye taat protokol kesehatan seperti memakai masker, dan mengampanyekan kepada masyarakat untuk menjaga imun tubuh.

    "Sebagai Ketua DPR RI adalah wajar jika Ibu Puan Maharani menyampaikan pesan-pesan melalui alat peraga, seperti baliho, yang memperkuat kampanye disiplin protokol kesehatan. Sekaligus membantu Pemerintah menangani pandemi COVID-19," kata Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Purwadi saat melaporkan perusakan baliho Puan di Polrestabes Surabaya, Senin 26 Juli 2021.

    Mereka melaporkan perusakan sejumlah baliho Puan Maharani pada delapan titik di Kota Surabaya, Jawa Timur. "Kami berharap polisi bertindak dengan menangkap dan memproses hukum perusakan properti milik PDI Perjuangan," kata Ketua PAC PDI Perjuangan Bulak Riswanto.

    Delapan lokasi baliho yang dirusak berada di Jalan Wiratno, Jalan Karang Asem, Jalan Mulyosari Bundaran Pakuwon City, Jalan Kalisari, Jalan MERR Mulyorejo, Jalan MERR RSIA, Jalan Ngagel, dan Jalan Kenjeran Makam Rangkah.

    Selaku pelapor, Riswanto mengaku dirinya mengetahui aksi perusakan baliho Puan Maharani pada Sabtu (24/7) malam. Perusakan baliho tersebut dilakukan dengan menuliskan cat semprot ke sejumlah baliho bergambar Puan Maharani.

    Dalam pelaporan itu, selain petugas BBHAR DPC PDIP Surabaya, partai berlambang banteng moncong putih itu juga menghadirkan saksi-saksi Arif Wirawan (kader PDIP), Agus Basuki (Ketua PAC PDIP Mulyorejo), dan Sunardi (Sekretaris PAC PDIP Gubeng).

    Selain itu, PDIP Surabaya juga membawa alat bukti sejumlah baliho yang telah dicoret-coret dengan cat minyak. "Barang bukti kami ambil di sejumlah titik lokasi," kata advokat dari BBHAR DPC PDIP Kota Surabaya Tomuan Sugiarto.

    Baca: Usut Pencoretan Baliho Puan Maharani di Blitar, Polisi Tangkap 1 Orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.