Menkes Budi Ungkap Kebutuhan Obat Terapi Covid-19 Naik 12 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut kebutuhan obat terapi Covid-19 naik hingga 12 kali lipat sejak 1 Juni 2021. Budi menyatakan pemerintah melakukan sejumlah upaya memenuhi ketersediaan obat dengan melakukan impor, memperbesar kapasitas produksi, serta mempercepat distribusi.

    Namun, Budi meminta waktu mempersiapkan produksi obat dalam negeri. "Dibutuhkan waktu antara 4-6 minggu agar kapasitas produksi obat dalam negeri kita bisa memenuhi kebutuhan peningkatan obat-obatan sebanyak 12 kali lipat ini," ujar Budi dalam konferensi pers daring, Senin, 26 Juni 2021.

    Budi menjamin beberapa obat yang banyak dicari masyarakat seperti Azithromycin, Oseltamivir, dan Favipiravir akan masuk pasar secara signifikan mulai awal Agustus nanti. Ia mengatakan telah meminta perusahaan farmasi dalam negeri menggenjot produksi obat-obat tersebut.

    Untuk beberapa obat lain yang belum bisa diproduksi di dalam negeri, seperti Remdesivir, Actemra, dan Gammara, maka pemerintah akan melakukan impor.

    Budi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menimbun obat sebagai stok, seperti obat terapi Covid-19. "Kami minta tolong, biarkan obat ini dibeli oleh orang-orang yang membutuhkan, bukan dibeli sebagai stok. Kasihan teman-teman yang membutuhkan," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

    Baca juga: Jokowi Cek Oseltamivir, Pandu Riono: Obat Itu Tak Dianjurkan Tenaga Kesehatan

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.