Jokowi Blusukan Bagi Obat, Pandu Riono: Ngapain Sih, Itu Bukan Tugas Presiden

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan jaketnya ke seorang pria saat meninjau vaksinasi Covid-19 di pelataran Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Rabu, 30 Juni 2021. Jokowi tiba-tiba memberikan dan memakaikan jaketnya kepada salah satu peserta vaksin di tempat tersebut. ANTARA/BPMI Setpres

    Presiden Joko Widodo memberikan jaketnya ke seorang pria saat meninjau vaksinasi Covid-19 di pelataran Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Rabu, 30 Juni 2021. Jokowi tiba-tiba memberikan dan memakaikan jaketnya kepada salah satu peserta vaksin di tempat tersebut. ANTARA/BPMI Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mempertanyakan langkah Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang blusukan ke rumah warga Sunter untuk membagikan paket obat dan sembako, Kamis malam, 15 Juli 2021.

    Pandu menilai langkah ini tidak relevan sama sekali dengan penanganan pandemi Covid-19.

    "Ngapain sih melakukan hal seperti itu. Itu kan bukan tugas Presiden. Tugas Presiden itu memimpin penanggulangan. Distribusi itu serahkan ke Puskesmas. Buat apa ada Puskesmas, buat apa ada tenaga kesehatan, buat apa menggaji Menteri Sosial," kata Pandu saat dihubungi, Jumat, 16 Juli 2021.

    Pandu Riono juga mempertanyakan pembagian bantuan paket yang berisi obat dan vitamin. Paket itu hanya diberikan pada warga yang menjalani isolasi mandiri. Terlalu beresiko bagi seorang Presiden berkontak langsung dengan pasien isolasi mandiri.

    Bagi-bagi obat ini juga dinilai hanya sebatas langkah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membuat obat mereka laku. Pandu mengatakan seharusnya obat itu dialokasikan di pelayanan kesehatan, bukan dibagi-bagikan langsung ke masyarakat. Pemerintah seharusnya membangun sistem pelayanan kesehatan yang mampu menjangkau masyarakat hingga di tingkat Puskesmas.

    Melihat langkah ini, Pandu menilai penanganan Covid-19 di Indonesia sangat amburadul. Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) justru terkesan menyabotase pemerintah. Mereka justru terlihat terlalu fokus pada urusan ekonomi dan hanya berjualan obat dan vaksin. "Karena enggak ada upaya untuk mengendalikan pandemi. Untuk mengendalikan pandemi itu bukan hanya dengan pengobatan, tapi testing dan tracing," kata Pandu.

    Pandu mengatakan akan lebih relevan jika Jokowi memilih membagikan masker ke masyarakat. Karena masker itu penting bagi orang miskin, untuk bekerja dan sebagainya. Namun bagi-bagi obat dan sembako Pandu nilai tak memiliki relevansi dengan penanganan pandemi sama sekali.

    Semalam, Presiden Jokowi blusukan ke rumah warga di Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Presiden datang ke sejumlah rumah untuk membagikan sembako dan paket obat. Ia nampak mengenakan masker, jaket, dan sarung tangan hitam.

    Baca juga: Pandu Riono Minta Jokowi Tinggalkan Konsep Gas Rem Tangani Pandemi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.