Jokowi Bagikan Obat Covid-19 Gratis Rabu Ini, Ridwan Kamil: Jabar Sudah 7 Hari Lalu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021). (Foto: Deni/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021). (Foto: Deni/Biro Adpim Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung langkah pemerintah pusat yang akan membagikan paket obat terapi Covid-19 secara gratis kepada pasien isolasi mandiri. Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan meluncurkan 300 ribu paket obat mulai Rabu pekan ini.

    Sementara di Jawa Barat, kata Ridwan, program ini sudah bergulir sejak tujuh hari lalu. "Hari Rabu, Pak Jokowi akan launching obat gratis untuk pasien isoman, Jawa Barat kan sudah melakukan tujuh hari lalu. Itu menandakan kami lebih dulu dan mencoba selalu proaktif berdasarkan keluhan warga," ujar Ridwan dalam sebuah diskusi daring, Senin, 12 Juli 2021.

    Ia menyebut, pemerintah Jawa Barat selalu mengedepankan semangat kolaborasi karena permasalahan Covid-19 hanya bisa diselesaikan dengan gotong royong.

    "Menyelesaikan Covid-19 ini enggak bisa selalu menunggu, strategi harus sama, cuman responsif kita harus lebih cepat karena kita yang di lapangan," ujar pria yang akrab disapa Emil ini.

    Menurut Emil, mayoritas pasien Covid-19 di Jawa Barat menjalankan isolasi mandiri. Ia memaparkan, kasus aktif di Jawa Barat per hari ini sekitar 89 ribu dan pasien yang tertampung di rumah sakit sekitar 20 ribu. "Berarti hampir 70 ribu yang isolasi di rumah. Kesimpulannya, mayoritas pasien isoman," ujar dia.

    Ribuan pasien isolasi mandiri ini, kata Emil, sebagian besar kebingungan mengenai langkah apa yang harus dilakukan. "Banyak warga curhat ke saya medsos, susah konsultasi ke dokter, puskesmas sibuk, obat mahal dan susah dicari," ujar dia.

    Menerima banyak keluhan, Emil kemudian menghentikan pembangunan 11 proyek infrastruktur senilai Rp140 miliar. Anggaran infrastruktur ini kemudian dialihkan untuk penanganan Covid-19. "Saya bisa bikin obat gratis, dikirim, didaftarkan pake aplikasi online. Bagi yang enggak punya hp atau kuota, RT-RW-nya yang mendaftarkan, sehingga semua terjangkau," ujarnya.

    Ada tiga paket obat yang dibagikan, yakni; Paket A khusus pasien Covid-19 tanpa gejala, Paket B bagi yang bergejala ringan, sementara untuk Paket C akan diberikan bagi yang bergejala sedang. Menurut Ridwan, pengakses telekonsultasi isoman ini mencapai 25 ribu sejak layanan dibuka.

    "Bayangkan, kalau tidak dirilis layanan itu, 25 ribu orang kebingungan. Kalau layanan telat, ribuan orang akan sembuh lebih lama. Rabu ini, Pak Jokowi akan melakukan itu juga melalui TNI. Jadi, kita agak terbantu lah. Tapi kan tadi, kita proaktif, enggak menunggu takut enggak tahu kapan datangnya, kan nyawa taruhannya," ujar Ridwan Kamil.

    Baca juga: Lapor Covid-19 Sebut 451 Pasien Isolasi Mandiri Meninggal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.