Terkini, Lapor Covid Sebut 451 Pasien Isolasi Mandiri Meninggal

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemakaman Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Selasa, 6 Juli 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana pemakaman Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Selasa, 6 Juli 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta – Salah satu inisiator Lapor Covid-19, Ahmad Arif, mengatakan ada 451 pasien isolasi mandiri yang meninggal. Provinsi Jawa Barat menjadi yang tertinggi dengan 160 pasien meninggal di rumah.

    Ia mengatakan tingginya angka kematian pasien isolasi karena berkurangnya fasilitas di rumah sakit seperti ruang perawatan, kamar ICU, serta IGD. "Sehingga pasien covid-19 yang isolasi tidak diatasi dengan perawatan yang baik dan berujung kematian," kata Arif pada Senin, 12 Juli 2021.

    Sebagian besar pasien isolasi meninggal karena terlambat untuk ditangani dengan layanan rumah sakit. Arif mengatakan seharusnya banyak tempat isolasi terpusat dengan memanfaatkan sekolah atau gedung-gedung pemerintahan. "Kemudian dilengkapi tenaga kesehatan yang intens memantau” katanya,

    Ia juga meminta pemerintah memperkuat konsultasi daring, untuk mencegah pasien berduyun-duyun mendatangi rumah sakit. Hal ini untuk mencegah kolapsnya rumah sakit karena banyak pasien Covid-19.

    "Laporan mengenai pasien isolasi mandiri yang meninggal sudah mulai terjadi di luar Jawa, kami menemukan juga di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan di Sumatra Barat,” ujarnya. 

    Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mengeluarkan program telekonsultasi untuk pasien isolasi mandiri. Pemerintah Jawa Barat juga mengirimkan obat terapi Covid-19 gratis. 

    Baca juga: Bekasi Menjadi Kota Tertinggi Pasien Isolasi Mandiri Meninggal

    MEGA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.