BMKG Prediksi Hujan Lebat Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Langit mendung terlihat di atas Kampung Yoboi, Danau Sentani, Sentani, Jaya Pura, Papua, Jumat 22 Maret 2019. BMKG mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai adanya potensi banjir bandang susulan yang akan melanda wilayah Sentani. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Langit mendung terlihat di atas Kampung Yoboi, Danau Sentani, Sentani, Jaya Pura, Papua, Jumat 22 Maret 2019. BMKG mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai adanya potensi banjir bandang susulan yang akan melanda wilayah Sentani. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia, pada Senin, 12 Juli 2021.

    BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga hujan lebat terjadi untuk Provinsi Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan.

    Kondisi serupa diprediksi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat. Lalu  Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

    Berdasarkan ikhtisar cuaca harian, BMKG menyampaikan sirkulasi siklonik yang terpantau di sejumlah wilayah seperti di Laut Cina Selatan sebelah utara dari Kalimantan Barat yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Laut Cina Selatan utara Kalimantan dan dari perairan timur Kalimantan Timur hingga pesisir utara Kalimantan bagian utara.

    Terpantau juga di Selat Makassar bagian selatan yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Sulawesi Tengah bagian selatan hingga Selat Makassar bagian selatan. Serta membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang dari Selat Makassar bagian utara hingga bagian selatan.

    Daerah konvergensi lainnya juga terpantau dari perairan barat Sumatera Utara hingga pesisir timur Sumatera Utara. Di Sumatera Utara hingga perairan barat Bengkulu, di perairan timur Sulawesi Tenggara hingga Selat Makassar bagian selatan, di Papua bagian utara hingga Papua Barat dan di
    sepanjang Papua bagian tengah.

    Kondisi itu, menurut BMKG, mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

    Sementara itu, BMKG meminta masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk waspada potensi angin kencang di wilayah Pulau Timor, Pulau Rote, Pulau Sabu, dan Pulau Sumba. Masyarakat di wilayah NTT juga diminta waspada potensi kebakaran lahan.

    Baca juga: Ini Data 5 Gempa yang Mengguncang Sangihe, Nias, dan Palu Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.