Cek Ketersediaan Obat, Kemenkes Akan Luncurkan Aplikasi Farma Plus

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar dari aplikasi Farma Plus yang segera diluncurkan Kementerian Kesehatan untuk diakses masyarakat dalam memonitoring ketersediaan obat terapi COVID-19 di berbagai fasilitas layanan kesehatan. ANTARA/Andi Firdaus)

    Tangkapan layar dari aplikasi Farma Plus yang segera diluncurkan Kementerian Kesehatan untuk diakses masyarakat dalam memonitoring ketersediaan obat terapi COVID-19 di berbagai fasilitas layanan kesehatan. ANTARA/Andi Firdaus)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Arianti Anaya, mengatakan pemerintah akan meluncurkan aplikasi Farma Plus agar masyarakat bisa mengecek ketersediaan obat di apotek.

    “Kemenkes telah membuat satu aplikasi yang disebut Farma Plus di mana ketersediaan obat di apotek dapat diakses masyarakat,” kata Arianti dalam konferensi pers, Sabtu, 10 Juli 2021.

    Arianti mengatakan pihaknya bekerja sama dengan industri, baik BUMN maupun swasta. Aplikasi juga dapat diakses dengan mudah. Misalnya, masyarakat dapat melihat stok obat Azitromisin di apotek Kimia Farma. Di aplikasi tersebut nantinya juga dapat menunjukkan lokasi apotek yang memiliki ketersediaan obat tersebut. “Farma Plus ini jejaringnya sampai ke seluruh Indonesia,” kata dia.

    Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan obat yang meningkat sejalan dengan lonjakan kasus Covid-19, Arianti mengatakan pemerintah telah mendorong seluruh industri farmasi swasta dan BUMN untuk meningkatkan produksi. Untuk obat-obatan yang diimpor, pihaknya juga akan mendorong prosesnya agar lebih cepat. 

    Arianti juga memastikan pemerintah akan memantau industri farmasi untuk segera mendistribusikan obat-obatan ke fasilitas kesehatan dan apotek-apotek, sehingga tidak ada penimbunan obat. “Agar masyarakat bisa terus mengakses obat-obat yang ada,” ucapnya.

    FRISKI RIANA

    Baca juga: Kemenkes Jamin Stok Obat Covid-19 di 34 Provinsi Aman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.