Kemenkes Jamin Stok Obat Covid-19 di 34 Provinsi Aman

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga saat membeli obat dan vitamin di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin, 28 Juni 2021. Meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 membuat penjualan vitamin di Pasar Pramuka meningkat 40-50 persen. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga saat membeli obat dan vitamin di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin, 28 Juni 2021. Meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 membuat penjualan vitamin di Pasar Pramuka meningkat 40-50 persen. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Arianti Anaya, menegaskan bahwa stok obat covid-19 masih cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini.

    “Saya ingin menekankan bahwa kami sudah melakukan pengecekan bahwa kita memiliki stok yang cukup, dan stok yang kita punya ini kita sudah menghitung masih cukup dengan lonjakan kasus yang tinggi,” kata Arianti dalam konferensi pers, Sabtu, 10 Juli 2021.

    Arianti memaparkan stok obat-obatan terapi Covid-19 tersebar di 34 dinas kesehatan provinsi, instalasi farmasi pusat, industri farmasi dan PBF, rumah sakit, dan apotek. Oseltamivir kapsul, misalnya, total stoknya ada 11,6 juta tablet.

    Kemudian Favipiravir tablet ada 24,4 juta tablet. Remdesivir vial terdapat 148.891, Azitromisin tablet 12,3 juta, Tocilizumab vial terdapat 421, dan multivitamin tablet 75,9 juta.

    Dari daftar obat-obat tersebut, Arianti mengungkapkan hanya Remdesivir dan Tocilizumab yang stoknya terbatas. Namun, ia memastikan kedua stok obat tersebut akan bertambah dalam 1-2 hari ke depan melalui impor.

    Arianti menjelaskan, adanya keluhan stok obat yang kosong di sejumlah tempat terjadi karena ada kendala distribusi. Karena itu, ia pun mendorong agar industri farmasi dapat mendistribusikan obat-obatan ke zona merah yang kebutuhannya tinggi. “Suplai harus diutamakan daripada zona hijau yang peta kondisinya aman. Stok kita pantau tiap hari agar jangan sampai terjadi kekosongan dari obat,” katanya.

    Menurut Arianti, stok-stok obat yang ada di dinas kesehatan kini sudah disebar dan diakses di daerah. Dinkes bersama instalasi farmasi pusat menyimpan obat-obatan tersebut sebagai buffer stock apabila stok obat di lapangan kosong.

    “Obat-obatan tersebut akan kita didistribusikan ke rumah sakit, jejaring apotek Kimia Farma, dan apotek lainnya untuk dapat diakses masyarakat,” kata dia.

    FRISKI RIANA

    Baca: Kemenkes Impor Remdesivir dan Tocilizumab untuk Obat Terapi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.