Minta Program Fundamental Tetap Jalan, Muhadjir: Pandemi Covid Tak Bikin Kiamat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kedua kanan) didampingi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ketiga kanan) melihat proses vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 11 Juni 2021. Dalam kunjungannya tersebut Menko PMK juga memantau penanganan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di rumah sakit tersebut. ANTARA FOTO/Arnas Padda

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kedua kanan) didampingi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ketiga kanan) melihat proses vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 11 Juni 2021. Dalam kunjungannya tersebut Menko PMK juga memantau penanganan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di rumah sakit tersebut. ANTARA FOTO/Arnas Padda

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy optimistis pandemi Covid pasti akan berakhir. Ia pun mengatakan bahwa pandemi ini jangan sampai menghentikan program-program fundamental negara.

    "Namanya wabah itu pasti akan berakhir. Tidak ada istilahnya wabah itu sampai kiamat, tidak ada. Apalagi kaitannya dengan corona," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 Juli 2021.

    Ia menjelaskan Covid-19 merupakan generasi ke sekian dari virus corona. Sebelumnya, flu Spanyol yang diakibatkan oleh nenek moyang virus corona juga pernah melanda Indonesia, terutama wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga 25 persen penduduk Madura meninggal pada tahun 1918.

    Kendati demikian, Muhadjir tak menafikkan bahwa Covid-19 memang sangat menjebak. Sampai saat ini, tidak ada yang benar-benar bisa memprediksi secara pasti betul-betul perilaku dari virus Covid-19 yang kini telah bermutasi menjadi beberapa varian tersebut.

    "Tentu saja ini sangat menggerus, terutama saya sebagai Menko PMK sekarang ini lebih banyak menyelamatkan bagaimana target-target yang sudah dicanangkan itu agar bisa terpenuhi," kata dia.

    Salah satu target yang mengalami koreksi atau evaluasi ialah terkait pembangunan sumber daya manusia (SDM). Ia menyebut di samping penanganan Covid-19, pemerintah kini juga tengah membangun kembali upaya untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

    "Pemerintah memang sedang fokus menangani Covid-19, tetapi kita juga tidak boleh mengabaikan hal-hal yang menjadi kebutuhan dasar atau program-program yang fundamental yang itu mau tidak mau tetap harus dilakukan. Penanganan Covid silahkan tetap berjalan, tapi yang ini tidak boleh diabaikan sama sekali," kata Muhadjir.

    Menuju era bonus demografi dan pencapaian Indonesia Emas di 2045, Muhadjir mengatakan penguatan kapasitas SDM Indonesia menjadi sangat penting. Program pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan berbarengan dengan pendidikan karakter untuk membangun mental anak bangsa yang siap menghadapi tantangan.

    Hasil survei menunjukkan sebagian besar penduduk Indonesia diisi oleh generasi muda. Dari total penduduk 270,20 juta jiwa pada September 2020, jumlah proporsi generasi Z (lahir tahun 1997-2012) sebanyak 27,94 persen dan generasi milenial (lahir 1981-1996) sebanyak 25,87 persen.

    "Artinya, tahun 2045 akan didominasi generasi muda. Ini jadi pekerjaan besar bagaimana mengkondisikan mereka sehingga siap menghadapi persaingan di masa mendatang sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa," kata dia.

    Baca: Ibas Sebut Indonesia Tak Berdaya Atasi Covid, PDIP: Nyinyir Itu Energi Negatif


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...