Ibas Sebut Indonesia Tak Berdaya Atasi Covid, PDIP: Nyinyir Itu Energi Negatif

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas membacakan ikrar kesetiaan di tangga Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Fraksi Partai Demokrat DPR RI yang dipimpin oleh Ibas membacakan ikrar kesetiaan, tunduk, patuh pada konstitusi Partai Demokrat yang telah menetapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Demokrat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas membacakan ikrar kesetiaan di tangga Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Fraksi Partai Demokrat DPR RI yang dipimpin oleh Ibas membacakan ikrar kesetiaan, tunduk, patuh pada konstitusi Partai Demokrat yang telah menetapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Demokrat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rahmad Handoyo menyayangkan komentar Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, yang menyebut pemerintah terlihat tak berdaya menangani pandemi Covid-19. Rahmad menyebut komentar seperti itu kontra produktif di tengah situasi saat ini.

    "Saya prihatin banyaknya komentar yang tidak membuat rakyat semangat, tidak membuat justru membuat kontraproduktif dan energi negatif," kata Rahmad, Sabtu, 10 Juli 2021.

    Ia mengatakan setiap warga negara bebas memberikan pendapatnya. Kritik dari oposisi dibutuhkan dalam rangka untuk mengawal cita-cita pembangunan bangsa.

    Namun Rahmad menyebut saat ini, kondisinya Indonesia tengah ada dalam peperangan melawan Covid-19. Karena itu, ia menyebut akan lebih baik jika seluruh masyarakat bersatu untuk memenangkan peperangan itu.

    ADVERTISEMENT

    "Jadi sungguh kita sayangkan ketika yang hanya bisa kita berikan komentar, tapi komentarnya menimbulkan pro dan kontra sehingga ujungnya rakyat bertengkar. Nyinyir itu energi negatif," kata Anggota Komisi IX DPR RI tersebut.

    Ia pun berharap agar seluruh masyarakat hingga elit politik berhati-hati dalam berkomentar dan menyampaikan pendapat, jika ujungnya hanya menimbulkan energi negatif. Apalagi, ia mengatakan pemerintah sudah menganggarkan ratusan triliun, menjalankan program PSBB hingga PPKM Darurat, untuk mengatasi situasi ini.

    "Pemerintah kan sudah melakukan semuanya. Aturan sudah, anggaran sudah, tetapi kan tak cukup itu. Butuh kerja sama, buruh semua pihak. Ingat rilis pemerintah menyatakan bahwa masih ada puluhan juta rakyat yang tak percaya Covid. Ini yang harus dipahami. Ini butuh proses penyadaran bagi semua pihak," kata dia.

    Sebelumnya, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, khawatir Indonesia akan disebut sebagai bangsa yang gagal atau failed nation karena tak mampu menyelamatkan rakyatnya dari pandemi Covid-19. Ia menilai Covid-19 makin mengganas dan merenggut banyak nyawa.

    "Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa yang gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Juli 2021.

    Dia mengatakan, pemerintah terlihat tidak berdaya menangani pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua. Kurangnya tabung oksigen, kata dia, menunjukkan antisipasi yang lemah dari pemerintah.

    Baca juga: Viral Tenda Darurat RSUP Sardjito Kebanjiran, BPBD: Tak Terpikirkan oleh Kami


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...