Kasus Covid-19 di Yogya 892 Sehari, Ini Kata Sultan HB X Soal PPKM Darurat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda pada Rabu (11/3) lalu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda pada Rabu (11/3) lalu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X masih enggan membeberkan rencana kebijakan PPKM Darurat yang tengah dipersiapkan pemerintah pusat akan seperti apa saat diterapkan di DIY.

    "Belum ada keputusan dari presiden, baru besok Kamis (31 Juni) diputuskan," ujar Sultan HB X usai mengikuti rapat paripurna di DPRD DIY Rabu 30 Juni 2021.

    Sultan mengatakan Pemerintah DIY hanya bisa memastikan akan melaksanakan kebijakan PPKM Darurat itu jika benar diberlakukan.

    "Pasti akan kami laksanakan kalau diterapkan," kata Sultan.

    Anggota DPRD DIY Muhammad Syafi'i meminta Pemerintah DIY melakukan langkah-langkah cepat untuk mengendalikan penularan covid 19.

    Diantaranya membatasi mobilitas orang yang masuk DIY, pembatasan kegiatan masyarakat dan menyiapkan infrastruktur kesehatan agar tidak kolaps.

    "Keputusan yang cepat dan terpadu sangat diharapkan oleh masyarakat saat ini," kata Syafii.

    Menurutnya, jumlah kasus positif dan kasus kematian yang disebabkan Covid-19 di DIY sudah di level sangat mengkhawatirkan. Seorang anggota DPRD DIY Wahyu Pradana Eka Putra pun pada Selasa 29 Juni wafat akibat Covid-19 setelah dilaporkan sempat tak mendapat akses ke ruang ICU berventilator yang penuh di Kabupaten Gunungkidul.

    Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY Berty Murtiningsih menyatakan pada Rabu 30 Juni 2021, Covid-19 mencetak rekor baru lagi dengan penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 892 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 60.459 kasus.

    "Penambahan kasus meninggal dunia di DIY hari ini juga pecah rekor yakni sebanyak 30 kasus sehingga total kasus meninggal akibat Covid-19 menjadi 1.559 kasus," kata Berty Rabu.

    Distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota tertinggi masih disumbang Kabupaten Sleman 308 kasus, lalu Kabupaten Bantul 275 kasus, Kota Yogyakarta 143 kasus, Kabupaten Gunungkidul 101 kasus dan Kabupaten Kulon Progo 65 kasus .

    "Jumlah kasus sembuh totalnya 48.533 kasus dan kasus aktif Covid-19 10.367 kasus," kata Berty.

    Situasi terbaru ketersediaan ranjang ICU di rumah sakit rujukan DIY telah terpakai 65 persen dan ranjang isolasi sebesar 91,52 persen.

    PRIBADI WICAKSONO

    Baca: PPKM Darurat Jawa-Bali, Ridwan Kamil: Ada Lockdown


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.