Kapolri Minta Hasil Tes Swab PCR Dipercepat, Minimal 1 Hari

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Rapat perdana antara Komisi III DPR RI dengan Kapolri tersebut membahas realisasi program prioritas Kapolri dan komitmen kepemimpinan, pengungkapan kasus-kasus aktual, dan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat serta kesimpulan rapat pada rapat kerja sebelumnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Rapat perdana antara Komisi III DPR RI dengan Kapolri tersebut membahas realisasi program prioritas Kapolri dan komitmen kepemimpinan, pengungkapan kasus-kasus aktual, dan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat serta kesimpulan rapat pada rapat kerja sebelumnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh jajarannya di bidang kesehatan untuk memperkuat 3T (tracing, testing, treatment). 

    Sigit memerintahkan jajaran di Kepolisian Resor dan Kepolisian Sektor menambah jumlah suntik vaksinasi Covid-19 dan mempercepat hasil swab PCR.

    "Dari 50 dosis per-hari menjadi lebih dari itu. Selain itu, saya juga meminta, tes swab PCR dipercepat dengan hasil minimal satu hari," ujar Sigit melalui keterangan tertulis pada Ahad, 27 Juni 2021.

    Sigit bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kini rutin bersafari, mengunjungi sejumlah posko PPKM Mikro di berbagai wilayah. Di Bekasi, Sigit menilai alat pelindung diri dan obat-obatan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan dan Wali Kota ke masing-masing wilayah sudah cukup. 

    "TNI-Polri siap membantu melaksanakan serbuan vaksinasi di Bekasi," kata Sigit. 

    Sementara Hadi mengingatkan agar segera melapor atau berkoordinasi jika terjadi kekurangan tenaga kesehatan maupun kekurangan vaksin. 

    "Jangan sampai ada lagi kejadian viral, pasien dibawa dengan gerobak, padahal fasilitas kendaraan atau ambulance untuk pasien masih ada," kata dia. 

    ANDITA RAHMA

    Baca: Covid-19 20 Ribuan, Mahfud MD: Kebijakan Pemerintah Sudah Dikaji Komprehensif


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.