Kilas Nasional: Semi Lockdown Akhir Pekan, TWK, dan PPKM Mikro Bangkalan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota satuan tugas penanganan COVID-19 menggantungkan makanan di pagar rumah warga yang menjalani isolasi mandiri di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 22 Juni 2021. Pemerintah setempat menerapkan isolasi mandiri Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dikarenakan 37 warga Jalan Warakas 5 Gang 6 RT 007 RW 09, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara terkonfrimasi positif COVID-19 setelah menghadiri pesta pernikahan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Anggota satuan tugas penanganan COVID-19 menggantungkan makanan di pagar rumah warga yang menjalani isolasi mandiri di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 22 Juni 2021. Pemerintah setempat menerapkan isolasi mandiri Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dikarenakan 37 warga Jalan Warakas 5 Gang 6 RT 007 RW 09, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara terkonfrimasi positif COVID-19 setelah menghadiri pesta pernikahan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga berita di kanal Nasional layak diulas kembali. Berita pertama tentang pimpinan DPR yang mengusulkan agar pemerintah melakukan lockdown akhir pekan. Berikutnya soal pemeriksaan Kepala BKN soal TWK pegawai KPK dan pelaksanaan PPKM Mikro di Bangkalan. Berikut rangkumannya.

    Lockdown akhir pekan

    Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan agar pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau semi lockdown saat akhir pekan dan hari libur. Dia mengatakan semi lockdown pada masa tersebut tak akan terlalu berpengaruh pada roda perekonomian.

    "Saya usulkan juga kepada pemerintah, karena Sabtu Minggu itu kan roda perekonomian terutama perkantoran tutup, kalau bisa dilakukan pembatasan sosial berskala besar atau katakanlah semi-lockdown untuk hari libur terutama," kata Dasco dikutip dari keterangan video, Selasa, 22 Juni 2021.

    Menurut Dasco, kebijakan itu akan membuat masyarakat tetap tinggal di rumah masing-masing. Dia juga mengajak masyarakat tak bepergian pada akhir pekan dan hari libur, kecuali untuk keperluan yang amat penting.

    Ketua Harian Partai Gerindra ini mengingatkan kalau para ahli sudah memperkirakan lonjakan kasus Covid-19 akan sangat tinggi hingga dua pekan ke depan. Dia berujar, pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus tersebut dengan ketat.

    Jika perlu, kata dia, aparat penegak hukum dapat mempertegas sanksi kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan dan aturan pembatasan. "Menurut saya dalam dua minggu ke depan ini memang perlu agak ada penekanan dari pemerintah dan aparat penegak hukum dan terutama dari kesadaran masyarakat sendiri, sehingga dapat menekan Covid-19," ucapnya.

    Dasco juga menyebut saat ini sejumlah varian baru Covid-19 telah menjalar di Tanah Air. Ia menyinggung pula ihwal banyaknya kasus Covid-19 yang menyasar anak-anak dan penuhnya rumah sakit rujukan serta Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet.

    Dasco mengakui belum dapat memastikan efektivitas semi-lockdown dibanding pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro. Namun menurut dia, dua langkah itu bisa dikombinasi untuk menekan laju penularan terutama di DKI Jakarta. "Soal efektif tidak efektif belum tahu karena ini kan lonjakan lagi tinggi, karenanya kita perlu ambil langkah kalau perlu dikombinasi keduanya," kata Dasco.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.