Dinas Kesehatan Makassar Minta Insentif Nakes Pasien Covid-19 Dibayar

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kesehatan merawat pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Senin, 14 Juni 2021. RSU tersebut juga menambah jumlah tenaga medis sekaligus memperpanjang jam shift kerja. ANTARA/Adeng Bustomi

    Tenaga kesehatan merawat pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Senin, 14 Juni 2021. RSU tersebut juga menambah jumlah tenaga medis sekaligus memperpanjang jam shift kerja. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Iriani berharap insentif tenaga kesehatan (nakes) di Kota Makassar yang telah melayani pasien Covid-19 sejak 2020 segera dibayarkan. "Uangnya masuk lewat Pemerintah Kota, yakni BPKAD, harusnya sudah bisa lunas hingga Desember 2020 karena kan kita (nakes) paling rawan dan beresiko," ujar Iriani, mengutip Antara, Rabu, 23 Juni 2021.

    Dinas Kesehatan Makassar mencatat total insentif tenaga kesehatan yang harusnya diterima sekitar Rp15 miliar untuk empat bulan, terhitung September hingga Desember. Sementara pencairan anggaran insentif nakes baru mencapai Rp7 miliar dan tersisa Rp8 miliar lagi. Dengan demikian, pembayaran insentif tersisa dua bulan (November-Desember).

    "Harusnya ini sudah selesai, orang punya keringat. Kementerian Keuangan sudah sampaikan untuk diprioritaskan, tapi kita tidak tahu duitnya kemana," tutur Iriani.

    Menurut dia, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran, bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengemukakan bahwa serapan dana Covid-19 masih rendah. "Tetapi mau serap dimana, uang yang mana? Kita sudah ada jelas penerimanya, kan ada proposal pencairan dan sekarang sudah 2021. Kasihan teman-teman nakes," tambah dr Iriani.

    Dinas Kesehatan Kota Makassar juga tidak bisa melakukan apa-apa, termasuk untuk rencana pembayaran insentif tenaga kesehatan melalui APBD. Sebab anggarannya telah disiapkan oleh pemerintah pusat.

    "Ada dana pusat. Kan dia yang bertanggung jawab dan susah juga mau dianggarkan sementara masing-masing sudah ada pos-posnya," kata dr Iriani menegaskan.

    Tidak hanya Kota Makassar, pembayaran insentif nakes berbagai Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan juga belum terselesaikan, seperti Kabupaten Pangkep. Plt Kepala Dinas Kesehatan Pangkep dr Nurliah Sanusi mengatakan baru memperoleh pembayaran insentif tenaga kesehatan sebanyak Rp3 miliar dari total yang harus dibayarkan sebanyak Rp6 miliar.

    "Anggaran insentif yang dibayarkan hanya Rp3 miliar makanya yang kita bayarkan juga cuma bulan September dan Oktober," kata Nurliah ihwal insentif tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19.

    Baca juga: Kemenkes Pastikan Insentif Tenaga Kesehatan Tahun 2020 Sudah Cair


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...