Polri: Tidak Semua Wilayah di Papua Jadi Sasaran Kekerasan oleh KKB

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memberikan keterangan pers terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Ahad, 28 Maret 2021. Argo Yuwono mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar berjumlah dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memberikan keterangan pers terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Ahad, 28 Maret 2021. Argo Yuwono mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar berjumlah dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mabes Polri menyatakan jika aksi kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) tidak terjadi di semua wilayah di Papua.

    "Hanya di beberapa Kabupaten antara lain Kabupaten Puncak, Intan Jaya, Nduga, dan Mimika," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono melalui keterangan tertulis pada Selasa, 22 Juni 2021.

    Empat kabupaten ini sebelumnya telah disebutkan oleh Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono sebagai yang dianggap rawan aksi kekerasan kelompok bersenjata.

    Di wilayah Intan Jaya, terdapat tiga kelompok bersenjata, yakni kelompok pimpinan Sabinus Waker, kelompok Undius Kogoya dan kelompok pimpinan Lewis Kogoya.

    Sementara di Kabupaten Puncak, terdapat lima kelompok yakni kelompok pimpinan Goliath Tabuni, kelompok Lekagak Telenggen, kelompok Peni Murib, dan kelompok pimpinan Ando Waker.

    "Sementara untuk di Mimika dan Nduga masing-masing satu kelompok yakni di Mimika kelompok pimpinan Joni Botak dan di Nduga kelompok pimpinan Egianus Kogoya," kata Gatot.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Ketua DPRD Tolikara Bantah Kenal Penjual Senjata KKB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.