Polisi Ungkap Motif Pria di Surabaya yang Sebut Orang Bermasker Bodoh

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putu Aribawa (kiri), pelaku pembuat video viral yang menyebut orang-orang bermasker bodoh menyampaikan permintaan maaf di Polrestabes Surabaya, Selasa, 4 Mei 2021. Foto: Antara

    Putu Aribawa (kiri), pelaku pembuat video viral yang menyebut orang-orang bermasker bodoh menyampaikan permintaan maaf di Polrestabes Surabaya, Selasa, 4 Mei 2021. Foto: Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap motif seorang pemuda yang membuat dan menyebarkan video umpatan terhadap orang-orang yang menggunakan masker. Dalam video pria tersebut menyebut orang bermasker yang berupaya mencegah penularan Covid-19 adalah goblok, bodoh, dan tolol.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Oki Ahadian Purwono menginformasikan pelaku pembuat video yang sempat viral itu bernama Putu Aribawa. Pria berusia 27 tahun itu adalah warga Jalan Pancawarna Driyorejo, Gresik, Jawa Timur.
    "Motifnya berawal dari iseng saja," kata Oki mengutip Antara, Rabu, 5 Mei 2021.

    Polisi telah menyerahkan pelaku ke Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Surabaya karena melanggar Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 10 Tahun 2021 tentang penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya.

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Surabaya Edi Christijanto memastikan pelaku akan diberi sanksi administratif. Sanksi itu berdasarkan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 10 Tahun 2021,

    "Selain itu sanksinya adalah kerja sosial di Lingkungan Pondok Sosial Surabaya selama 1 x 24 jam. Pelaku akan melayani warga telantar dan pengidap gangguan jiwa di Lingkungan Pondok Sosial Surabaya, mulai dari memberi makan hingga menjaga kebersihannya," ujarnya.

    Pelaku Putu Aribawa mengaku khilaf atas perbuatannya. Video itu dibuat di Supermall Surabaya pada hari Minggu, 2 Mei 2021. Saat dipertemukan dengan wartawan di halaman Polrestabes Surabaya, Putu Aribawa menyampaikan permintaan maaf karena telah membuat konten video dengan informasi yang menyesatkan bagi masyarakat.

    "Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena telah membuat kegaduhan. Itu karena pemahaman saya tentang keberadaan Covid-19 masih abu-abu. Tapi sebenarnya saya percaya Covid-19 itu ada," ujar Putu yang membuat konten video mencemooh pengguna masker.

    Baca juga: Jemaah Masjid Diusir karena Pakai Masker, Begini Respon Wali Kota Bekasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.