Kasus Asabri, Kejagung Sita Aset Benny Tjokro Senilai Rp 45 Miliar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro berjalan meninggalkan ruangan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020. Ia kembali diperiksa dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro berjalan meninggalkan ruangan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020. Ia kembali diperiksa dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik Benny Tjokro, tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri, dengan nilai Rp 45 miliar.

    Direktur Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan, aset tersebut berupa saham.

    "Banyak sahamnya, tapi total sekitar Rp 45 miliar," ujar Febrie di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 20 April 2021.

    Febrie mengatakan, saham yang dibeli Benny Tjokro menggunakan nama orang lain (nominee) dan atas nama anggota keluarganya.

    Lebih lanjut, tim penyidik akan berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membekukan aset saham tersebut. "Iya nanti kami koordinasikan," kata Febrie.

    Dalam kasus korupsi Asabri ini, penyidik Kejaksaan Agung telah menyita sejumlah aset milik Benny Tjokro. Mulai dari kendaraan, tanah dan hotel, hingga tambang batu bara dan tambang nikel.

    Febrie mengatakan tim masih bekerja keras mengumpulkan dan menyita aset untuk menutupi kerugian negara yang ditaksir hingga Rp 23 triliun.

    "Makanya anak-anak (penyidik) masih kerja keras bagaimana caranya mengembalikan kerugian negara," ucap Febrie.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.