Aburizal Bakrie Bersedia Disuntik Vaksin Nusantara karena Percaya Terawan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) saat mengunjungi acara open house Idulfitri di rumah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat, 15 Juni 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) saat mengunjungi acara open house Idulfitri di rumah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat, 15 Juni 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie telah menerima suntikan Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Sebuah video pernyataan Aburizal beredar di kalangan wartawan.

    "Ini Vaksin Nusantara. Saya pertama kali, insya Allah berhasil," demikian pernyataan Aburizal dalam video 9 detik tersebut.

    Juru bicara Aburizal Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa membenarkan video tersebut. Lalu mengaku tak mendampingi saat Aburizal menerima suntikan Vaksin Nusantara, tetapi ia menerima video itu pada Kamis pekan lalu, 8 April 2021.

    "Saya pas tidak mendampingi. Beliau kirimkan saya videonya Kamis minggu lalu," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini.

    Menurut Lalu, Aburizal meyakini khasiat vaksin yang dikembangkan oleh Terawan itu sehingga bersedia menjadi penerima. "Beliau percaya kemampuan Prof Terawan," kata Lalu.

    Informasi Aburizal menerima Vaksin Nusantara sebelumnya juga dilontarkan politikus Golkar Melkiades Laka Lena. Wakil Ketua Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat itu mengaku menerima sebuah video yang menampilkan Aburizal sedang mengikuti uji validasi vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto.

    "Saya kaget tiba-tiba dikirimi Pak Aburizal Bakrie sudah pergi vaksin Nusantara di RSPAD, dia disutnik, ambil darah dan menjalani proses ini," kata Melki saat Rapat Kerja DPR dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan pada Kamis, 8 April lalu.

    Dalam rapat tersebut, Melki mempertanyakan sikap BPOM yang dinilai tak mendukung pengembangan vaksin Covid-19 dalam negeri, seperti Merah Putih dan Vaksin Nusantara. Hingga saat ini, BPOM memang belum mengizinkan tim Vaksin Nusantara melanjutkan riset uji klinis ke tahap dua.

    Alasannya, tim belum melaporkan tindakan korektif yang telah diminta atas apa yang sudah dikerjakan di uji klinis tahap satu. Vaksin Nusantara yang dikembangkan dari sel dendritik--yang biasa digunakan dalam terapi kanker, disebut masih harus memenuhi beberapa syarat.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | FRISKI RIANA | WURAGIL

    Baca: BPOM Kawal Ketat Pengembangan Vaksin Merah Putih Agar Terjamin Keamanannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.