Ditjen Otda Gandeng Kemitraan Evaluasi Penyelenggaraan Pemda

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan atau Kemitraan di ruang rapat Ditjen Otda Lamtai 8 Gedung F Kemendagri, Senin (12/4/2021).

    Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan atau Kemitraan di ruang rapat Ditjen Otda Lamtai 8 Gedung F Kemendagri, Senin (12/4/2021).

    INFO NASIONAL - Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan atau Kemitraan di ruang rapat Ditjen Otda Lamtai 8 Gedung F Kemendagri, Senin 12 April 2021.

    Kerja sama ini berkaitan dengan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam kesempatan itu, Ditjen Otda juga menyerahkan petunjuk operasional kegiatan kepada pihak Kemitraan. 

    Penandatanganan kerja sama itu dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Otda Akmal Malik, dan Direktur Eksekutif Kemitraan Laode M. Syarif, serta disaksikan langsung oleh jajaran Ditjen Otda Kemendagri dan Kemitraan. 

    Akmal Malik menjelaskan, kerja sama ini langkah baik untuk mengevaluasi jalannya tata pemerintahan daerah. Upaya ini untuk menghadirkan evaluasi yang terjamin akuntabilitasnya. Dengan demikian, diharapkan dapat memberi masukan bagi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan di masa mendatang. “Untuk mencoba menghadirkan sebuah evaluasi yang betul-betul fair (adil), sebuah evaluasi yang betul-betul bisa dijamin akuntabilitasnya,” kata Akmal. 

    Selain itu, lanjut Akmal, kegiatan ini untuk memperkuat evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan parameter kajian Indonesia Governance Index (IGI) di enam wilayah percontohan terpilih. Ini juga untuk meningkatkan sinergi dan korordinasi dalam meningkatkan kinerja tata Kelola pemerintahan. 

    Akmal menjelaskan, pemda merupakan penyelenggara urusan pemerintahan yang jumlahnya sebanyak 32. Evaluasi ini tidak hanya menyoroti pelaksanaan urusan tersebut, tetapi juga aktor yang menjalankannya. Dengan demikian, evaluasi ini dapat memberikan rekomendasi perbaikan kepada para aktor. 

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Kemitraan Laode M. Syarif berharap, Kemendagri dapat meyakinkan pemda untuk mendukung jalannya evaluasi yang dilakukan. Diharapkan juga pemda dapat terbuka dalam upaya perbaikan itu. 

    “Kami minta tolong kepada Bapak/Ibu di sini, agar teman-teman di provinsi yang kita selidiki itu terbuka saja, karena itu untuk perbaikan tata kelola dan perbaikan pembangunan di provinsi tersebut,” katanya. 

    Laode juga terbuka terhadap kritik yang dilayangkan kepada timnya. Ia berpesan, agar hal-hal yang perlu diperbaiki disampaikan secara terbuka sebelum hasil evaluasi yang dilakukan timnya keluar. “Biasa mereka (tim), dikritisi biasa saja,” ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.