Soal Anggota Terlibat Kasus Narkoba, Kapolri Ancam Memindahtugaskan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan saat meninjau pelaksanaan penyelenggaraan Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Kamis, 25 Maret 2021. | Tim Media Kemenpora

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan saat meninjau pelaksanaan penyelenggaraan Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Kamis, 25 Maret 2021. | Tim Media Kemenpora

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ancam pecat anggota yang terbukti terlibat dalam kasus narkoba.  

    "Terhadap yang melakukan pidana, utamanya narkoba, kalau memang sudah tidak bisa diperbaiki, sudah tidak bisa dibina, ya sudah binasakan saja, yang begitu-begitu segera selesaikan," kata Kapolri Listyo Sigit dalam Rapat Kerja Teknis Divisi Profesi dan Pengamanan Polri di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa, 13 April 2021.

    Untuk anggota yang masih bisa dibina, Sigit memerintahkan agar oknum tersebut dipindahtugaskan ke divisi lain. 

    "Berikan dia penugasan di tempat lain yang mungkin cocok untuk yang bersangkutan," ucap Sigit. 

    Sebelumnya, di era Jenderal Idham Azis, ia mengancam bakal menghukum mati anggota yang terbukti terlibat dalam perkara narkoba. Perintah itu digaungkan lantaran menurut Idham, seluruh anggota memahami undang-undang dan aturan hukum. Sehingga, perbuatan oknum anggota yang melanggar, tak bisa ditolerir. 

    ANDITA RAHMA

    Baca: Kasus Pelanggaran Anggota Naik, Kadiv Propam: Kami Mohon Maaf ke Pak Kapolri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.