Bahas RUU Larangan Minol, Ketua Baleg: Semua Fraksi Sepakat Alkohol Dibatasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Muhammad Hamed

    Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Muhammad Hamed

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat memulai pembahasan kembali Rancangan Undang-undang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Larangan Minol).

    Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Supratman Andi Agtas mengatakan semua fraksi DPR sepakat ihwal pengaturan atau pembatasan minuman beralkohol.

    "Usulan kawan-kawan sangat dinamis dan luar biasa, pada intinya semua bersepakat soal alkohol ini minimal harus diatur dan dibatasi," ujar Supratman dalam rapat pleno penyusunan RUU tentang Larangan Minol, Senin, 5 April 2021.

    Namun, Supratman mengatakan masih ada sejumlah perbedaan pandangan di antara fraksi-fraksi di DPR. Fraksi Golkar, misalnya, menyampaikan persoalan tentang minuman beralkohol sudah diatur dalam sejumlah peraturan di bawah undang-undang.

    Kemudian dari Fraksi PDIP, Sturman Pandjaitan menyoroti kegunaan alkohol dalam beberapa ritual kegamaan dan budaya. Sturman pun tak setuju jika dikatakan mayoritas agama di Indonesia mengharamkan alkohol.

    "Jangan agama, tapi sebagian besar makhluk atau warga negara Indonesia mengharamkan. Kalau bicara agama nanti enggak semua, karena alkohol dalam takaran tertentu agama tertentu masih membolehkan," kata Sturman.

    Sementara itu, Fraksi Anggota Baleg dari PKS, Ledia Hanifa mengatakan perlu ada pengaturan soal rehabilitasi pecandu alkohol. Dia mengatakan selama ini ada cukai yang begitu besar dari industri tersebut, tetapi tak ada anggaran untuk rehabilitasi.

    Politikus Partai Persatuan Pembangunan Illiza Sa'aduddin Djamal berpendapat senada dengan Ledia. Bukan cuma itu, eks pengusul RUU Larangan Minuman Beralkohol ini bahkan meminta Indonesia melarang impor minuman beralkohol. "Kami sangat berkeberatan dan kami juga ingin impor dilarang masuk ke Indonesia," kata legislator asal Aceh ini.

    Menurut Supratman Andi Agtas, fokus yang diinginkan dalam RUU Larangan Minol adalah pengaturan dan pengendalian. Ia mengatakan ke depannya jangan sampai ada alkohol yang dijual bebas dan menjangkau anak-anak di bawah umur.

    Baca juga: Simak 10 Ketentuan RUU Larangan Minuman Beralkohol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.