Kilas Nasional: KPK Keluarkan SP3 Kasus BLBI dan Teror di Mabes Polri

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Merah Putih, Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ANTARA/Benardy Ferdiansyah

    Gedung Merah Putih, Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ANTARA/Benardy Ferdiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada dua berita yang perlu menjadi perhatian sepanjang Kamis, 1 April 2021. Berita pertama ialah seputar perkembangan teror di Mabes Polri. Lalu kedua ada soal Komisi Pemberantasan Korupsi yang mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan dan Penuntutan (SP3) terhadap tersangka Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim di kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

    Teror di Mabes Polri

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono memastikan pelaku penembakan anggota di area utama Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) hanya ZA. "Iya, ZA. Tidak ada (pelaku lain)," ujar Rusdi di kantornya, Jakarta Selatan pada Kamis, 1 April 2021.

    Kendati demikian, Densus 88 Antiteror Polri, kata Rusdi, tetap mendalami apakah ada jaringan atau kelompok lain yang terlibat dalam aksi ZA. "Densus mendalami proses tersebut," ucap Rusdi. 

    ZA menyerang anggota di pos jaga utama area utama Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret 2021 sekitar pukul 16.30 WIB. Kepada petugas di pos jaga, ia beralasan ingin menyerahkan surat ke Sekretariat Umum atau Setum Polri.

    Namun, sekitar 16.35 WIB, pelaku tidak menuju Setum. Ia malah bergerak ke arah penjagaan utama Mabes Polri. Di sana, ia bertemu Iptu Suriyono, anggota Yanmas Mabes Polri. ZA kembali mengaku ingin menyerahkan surat ke Setum Polri, sehingga di antar hingga Masjid Mabes Polri. 

    Pukul 16.45 WIB, pelaku teror tidak mendatangi Setum Polri dan kembali ke Pos Penjagaan Utama Mabes Polri, dan disapa oleh Bripda Aldo. 

    Namun, ZA tiba-tiba mengeluarkan senjata jenis pistol dan menembakkan ke arah petugas jaga sebanyak 2 kali, sehingga mengenai lengan kanan Bripda Ajeng, anggota penjagaan Pos I Mabes Polri. 

    Polisi yang berjaga kemudian membalas. Pukul 17.25 sampai dengan 17.42 WIB, Tim Jihandak Gegana Mabes Polri tiba dan langsung memeriksa kondisi jenazah terduga teroris untuk memastikan tidak ada bahan peledak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto