AHY Minta Kader Tak Euforia Berlebihan Soal Putusan KLB Demokrat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers terkait respons terhadap pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Kantor DPP partai Demokrat, Jakarta, Senin, 29 Maret 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers terkait respons terhadap pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Kantor DPP partai Demokrat, Jakarta, Senin, 29 Maret 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta para kader tak larut dalam kebahagiaan yang berlebihan menyikapi keputusan pemerintah menolak hasil Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat versi Deli Serdang. AHY meminta para kader partai tetap rendah hati serta waspada.

    "Jangan euforia yang berlebih-lebihan. Ingat karakter Demokrat sebagai partai yang cerdas dan santun. Harus tetap rendah hati, harus tetap mawas diri," kata AHY dalam konferensi pers, Rabu, 31 Maret 2021.

    Agus Harimurti mengajak kader Demokrat untuk melanjutkan perjuangan partai. Menurut dia, peristiwa KLB Deli Serdang adalah hikmah dan pelajaran berharga untuk meningkatkan soliditas dan menjadi momentum bagi Partai Demokrat bangkit kembali.

    Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga meminta para kader untuk menghindari fitnah dan berita bohong serta santun dalam bermedia sosial. "Hindari fitnah dan hoaks. Sampaikan pendapat, terutama di media sosial, secara bertanggung jawab," kata dia.

    Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan pemerintah menolak pendaftaran hasil KLB Demokrat Deli Serdang. Yasonna mengatakan hasil verifikasi menemukan masih adanya dokumen yang tak dilengkapi oleh kubu KLB, di antaranya surat mandat ketua DPD dan DPC untuk peserta yang hadir di KLB.

    Di sisi lain, Yasonna juga menyesalkan adanya pernyataan-pernyataan yang sebelumnya menuding pemerintah campur tangan dalam memecah belah partai politik. Dia mengatakan pemerintah bertindak obyektif dan menangani polemik Demokrat tersebut berdasarkan hukum.

    "Seperti kami sampaikan sejak awal bahwa pemerintah bertindak obyektif, transparan dalam memberi keputusan tentang persoalan partai politik," kata Yasonna Laoly dalam konferensi pers putusan KLB Demokrat, Rabu, 31 Maret 2021.

    Baca juga: Ini Alasan Kemenkumham Tolak Sahkan Hasil KLB Demokrat Kubu Moeldoko

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.