Moeldoko: Ada Pertarungan Ideologis di Demokrat Menjelang 2024

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).  Berdasarkan hasil KLB, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. ANTARA/Endi Ahmad

    Moeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Berdasarkan hasil KLB, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. ANTARA/Endi Ahmad

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan alasannya menerima pinangan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa di Sibolangit.

    "Saya ini orang yang didaulat untuk memimpin Demokrat. Kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Demokrat," kata Moeldoko dalam keterangannya di akun Instagram, Ahad, 28 Maret 2021.

    Moeldoko menjelaskan bahwa ada pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024. Pertarungan tersebut terstruktur dan gampang dikenali. Hal tersebut, kata dia, menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia emas pada 2045. Dan ada kecenderung tarikan ideologis itu juga terlihat di tubuh Demokrat.

    "Jadi ini bukan sekedar menyelamatkan Demokrat, tapi juga menyelamatkan bangsa dan negara," ujarnya.

    Hal tersebut menjadi salah satu alasan Moeldoko menerima permintaan untuk memimpin Demokrat. Alasan lainnya ialah terkait jawaban atas tiga pertanyaan pada peserta KLB Demokrat.

    Pertanyaan pertama yang ia ajukan adalah apakah KLB sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Pertanyaan kedua, seberapa serius kader Demokrat meminta dirinya memimpin partai. Ketiga, bersediakan kader Demokrat bekerja keras dengan integritas demi Merah Putih di atas kepentingan pribadi dan golongan.

    "Dan semua pertanyaan itu dijawab oleh peserta KLB dengan gemuruh. Maka baru saya membuat keputusan," kata Moeldoko.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.