Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, BPIP: Tindakan Tidak Beradab

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stafsus BPIP Antonius Benny Susetyo beraudiensi dengan Duta Damai Dunia Maya BNPT regiona Jakarta pada Kamis, 17 Desember 2020. (Dok. Istimewa)

    Stafsus BPIP Antonius Benny Susetyo beraudiensi dengan Duta Damai Dunia Maya BNPT regiona Jakarta pada Kamis, 17 Desember 2020. (Dok. Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Benny Susetyo, mengatakan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar merupakan perbuatan yang bertentangan dengan peradaban manusia.

    "Tindakan teror merupakan tindakan tidak beradab, mereka tidak mencintai kehidupan," kata Benny dalam keterangannya, Ahad, 28 Maret 2021.

    Benny mengataka, aksi terorisme tidak ada kaitannya dengan agama manapun. Sebab, teror adalah musuh kemanusiaan. Benny juga menilai, aksi bom bunuh diri telah melukai martabat manusia dan mengoyak hati nurani kemanusiaan.

    Ia yakin aparat penegak hukum dapat mengungkap motif peristiwa tersebut dan menangkap pelakunya. Kepada masyarakat, Benny mengimbau agar tidak menyebarkan foto-foto korban. Sebab, kata dia, tragedi tersebut akan menimbulkan perasaan tidak nyaman.

    Aksi bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu pagi 28 Maret 2021. Akibat ledakan tersebut, 14 orang dari pihak security dan jemaah gereja mengalami luka-luka. Mereka kini sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.