Kejaksaan Agung Ungkap Kendala Cari Aset Tersangka Asabri di Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers kasus dugaan korupsi PT Asabri oleh Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Djoko Purwanto, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak pada Rabu, 30 Desember 2020. Tempo/Andita Rahma

    Konferensi pers kasus dugaan korupsi PT Asabri oleh Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Djoko Purwanto, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak pada Rabu, 30 Desember 2020. Tempo/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengemukakan kendala dalam mencari aset para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri yang berada di luar Indonesia. 

    Yakni masih mandeknya di persoalan Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana atau Treaty on Mutual Legal Assistance (MLA). 

    "Mudah-mudahan MLA-nya bisa lancar sehingga teman penyidik bisa langsung berangkat. Terutama Singapura yang bisa diproritaskan dulu," ucap Febrie di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan kepada Tempo pada Senin, 22 Maret 2021.

    Sebagai informasi, MLA digunakan untuk memudahkan Indonesia dalam pemberantasan korupsi dan pengembalian aset hasil tindak pidana rasuah (asset recovery).

    Febrie mengatakan, pemerintah negara tujuan kerap meminta kepastian hukum jika Indonesia ingin menyita aset tersangka kasus korupsi yang disimpan di luar negeri. 

    "Saya lihat ini kan kepentjngan negara lain ya. Mereka juga minta kepastian, jadi semacam apakah putusan dari pengadilan ini sudab ada?" kata Febrie. 

    Oleh karena itu, penyidik, kata Febrie, sementara mengandalkan putusan kasus PT Asuransi Jiwasraya lantaran ditemukannya sejumlah aset di kasus itu yang beririsan dengan kasus Asabri. "Makanya kami juga mengandalkan dari putusan Jiwasraya karena kan pelakunya sama (Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidaayat)," ujar Febrie. 

    ANDITA RAHMA

    Baca: Kejaksaan Agung Sebar Tim untuk Buru Aset Tersangka Kasus Asabri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto