Bio Farma Pastikan Pengawasan Umur Simpan Sebelum Distribusi Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Bio Farma, Bambang Heriyanto. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Bio Farma, Bambang Heriyanto. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bio Farma melaksanakan prosedur tetap (protap) pengawasan umur simpan atau shelf life vaksin COVID-19 sebelum proses distribusi.

    "Tenaga kesehatan sudah dilatih dan mempunyai prosedur tetap bahwa sebelum vaksin disuntikan akan memeriksa lebih dulu umur simpan vaksin tersebut. Jadi, vaksin akan selalu digunakan sebelum umur simpannya berakhir," kata Juru Bicara PT Bio Farma Bambang Heriyanto seperti dikutip Antara, Selasa 16 Maret 2021.

    Pernyataan itu disampaikan Bambang menyikapi kabar terkait vaksin yang diduga mengalami kedaluwarsa di Indonesia. "Untuk vaksin ini, istilah yang digunakan bukan kadaluawarsa, tapi shelf life, yang kalau diterjemahkan bebas adalah umur simpan," katanya.

    Bambang mengatakan BPOM telah memutuskan umur simpan vaksin Coronavac selama masa penggunaan izin darurat (EUA) adalah 6 bulan sejak tanggal produksi guna memastikan keamanan dan khasiat vaksin tersebut. Ketentuan yang sama juga berlaku pada Vaksin Sinovac. BPOM telah menetapkan umur simpannya adalah enam bulan.

    "Kami mengikuti keputusan BPOM. Untuk itu, sejak awal kami jaga betul agar penggunaannya tetap dalam rentang shelf life," katanya.

    Baca: Kemenkes Pastikan Vaksin Sinovac Sudah Habis Sebelum Kedaluwarsa 25 Maret

    Bambang mengatakan vaksin yang umur simpannya akan habis adalah Vaksin Coronavac 'batch' pertama sejumlah 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis sehingga total 3 juta dosis.

    Vaksin yang didatangkan langsung pada Desember 2020 dalam bentuk jadi dari Sinovac dan dikemas dalam botol kecil untuk satu kali penyuntikan.

    Vaksin tersebut telah didistribusikan sejak Januari 2021 dan telah diberikan termasuk kepada Presiden Joko Widodo dan 1,45 juta tenaga kesehatan, serta 50 ribu petugas pelayanan publik.

    "Jadi vaksin tersebut saat ini telah habis digunakan," katanya.

    Bambang memastikan bahwa vaksin Covid-19 yang sekarang digunakan untuk vaksinasi tahap kedua bagi kelompok lansia dan petugas pelayanan publik bukan vaksin Coronavac batch pertama, melainkan vaksin yang datang di tahap berikutnya dalam bentuk bulk lalu diproses oleh Bio Farma. "Kemasannya beda, bukan lagi botol kecil yang untuk sekali penyuntikan, tapi dalam botol besar atau vial yang berisi 10 dosis," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.