Disebut Terima Rp 1 M di Kasus Bansos Covid-19, BPK: Biar Saja, Jangan Direspon

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis merekam sidang perdana terdakwa penyuap mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara, Hary Van Sidabukke yang digelar secara virtual dari Pengadilan Tipikor di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 24 Februari 2021. Jaksa penuntut umum KPK mendakwa Harry Van Sidabukke telah memberikan uang suap kepada Juliari P Batubara sebesar Rp 1,28 miliar untuk mendapat pengerjaan proyek pengadaan sembako terkait kasus korupsi bansos Covid-19. TEMPO/Imam Sukamto

    Jurnalis merekam sidang perdana terdakwa penyuap mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara, Hary Van Sidabukke yang digelar secara virtual dari Pengadilan Tipikor di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 24 Februari 2021. Jaksa penuntut umum KPK mendakwa Harry Van Sidabukke telah memberikan uang suap kepada Juliari P Batubara sebesar Rp 1,28 miliar untuk mendapat pengerjaan proyek pengadaan sembako terkait kasus korupsi bansos Covid-19. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Achsanul Qosasi, enggan menanggapi aliran dana sebesar Rp 1 miliar dalam kasus dugaan korupsi bansos Covid-19

    Achsanul menyebut masih fokus menyelesaikan perhitungan kerugian atas kasus tersebut. "Saya sekarang sedang periksa bansos, belum selesai. Biar saja, jangan direspons," ucap dia saat dihubungi pada Selasa, 9 Maret 2021.

    Achsanul memilih tak mau berkomentar lantaran tak mau terganggu selama proses audit berlangsung. "Biar tidak mengganggu pemeriksaan, biar saja," kata dia.

    Sebelumnya, dalam persidangan kasus dugaan suap bansos Covid-19, BPK disebut ikut menerima duit Rp 1 miliar terkait kasus dugaan korupsi bansos Covid-19. 

    "Untuk BPK Pak, Rp 1 miliar, ada operasional BPK, Rp 1 miliar," kata mantan Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos, Matheus Joko Santoso saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 8 Maret 2021.

    Awalnya Jaksa KPK menanyakan kepada Matheus mengenai jumlah duit korupsi yang diterima oleh Matheus. Jaksa juga menanyakan untuk apa duit itu digunakan oleh Menteri Sosial Juliari Batubara.

    Joko menjelaskan uang digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari rapat menyewa pesawat, membayar pengacara dan salah satunya untuk diberikan kepada BPK.

    Jaksa kemudian mencecar Matheus. "Oh untuk operasional BPK 1 miliar, ini dikasih ke siapa?" tanya Jaksa. "Melalui Pak Adi, Pak," jawab Matheus.

    "Menurut BAP saudara, ya betul pak, saat itu perintahnya Pak Adi. Achsanul Qosasih gitu, menyebut nama itu?" tanya Jaksa.

    "Saya kurang tahu, karena waktu itu saya cuma diminta sama Pak Adi untuk menemui," kata Matheus dalam sidang korupsi Bansos Covid-19.

    Baca juga: Saksi Sidang Korupsi Bansos Sebut Ada Duit Operasional Rp 1 M untuk BPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.