Terpilih Jadi Ketua AJI, Sasmito: Tantangan Cukup Besar, Seperti Rezim Otoriter

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memukul kentongan saat sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi jalan mundur dalam car free day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 29 September 2019. Dandhy ditangkap terkait cuitannya soal isu Papua. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Seorang pria memukul kentongan saat sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi jalan mundur dalam car free day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 29 September 2019. Dandhy ditangkap terkait cuitannya soal isu Papua. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sasmito dan Ika Ningtyas terpilih menjadi Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) periode 2021-2024. Keduanya terpilih dalam Kongres XI AJI 2021 yang diselenggarakan secara virtual 27 Februari-3 Maret 2021. Sasmito adalah jurnalis Voice of America, sementara Ika adalah jurnalis Tempo.

    Sasmito-Ika akan menggantikan Abdul Manan-Revolusi Riza yang memimpin AJI Indonesia periode 2017-2021. Pemilihan dilakukan secara daring dan diikuti sekitar 400 peserta. Dalam pemilihan ini, Sasmito-Ika mendapat dukungan suara 119 dari total 228 suara sah, sedangkan pesaingnya Revolusi Riza-Dandy Koswara meraih 109 suara.

    “Tantangan ke depan cukup besar. Mulai dari rezim otoriter, regulasi yang mengancam dan banyaknya kasus kekerasan terhadap jurnalis. Dari segi ekonomi juga kita banyak tantangan. Selain pademi, juga ada disrupsi digital,” kata Sasmito dalam keterangan tertulis AJI Indonesia, Selasa, 2 Maret 2021.

    Tantangan yang dihadapi oleh Aliansi tercermin dari resolusi yang dihasilkan dalam Kongres XI, yaitu soal kebebasan pers, profesionalisme, dan kesejahteraan. Dari aspek kebebasan pers, resolusi kongres menggarisbawahi sejumlah kebijakan yang mengancam kebebasan pers dari regulasi seperti KUHP dan Undang Undang Informasi Elektronik. Dalam hal kesejahteraan, salah satu tantangannya yang dihadapi ialah upaya mendorong pemerintah memperkuat implementasi regulasi dan monitoring terhadap kepatuhan perusahaan media.

    Kongrse XI Aliansi juga menghasilkan sejumlah perubahan kebijakan, salah satunya memasukkan klausul kekerasan seksual sebagai kategori pelanggaran berat. Pasal soal kekerasan seksual juga dimasukkan dalam Kode Perilaku Anggota Aliansi. Berbeda dengan ketentuan di Anggaran Rumah Tangga AJI, kasusnya diperiksa dengan Kode Perilaku jika ada unsur pengaruh profesinya sebagai jurnalis dari kekerasan tersebut.

    Baca juga: Soal Penambangan Pasir Laut, AJI Makassar Kecam Fitnah ke Walhi Sulsel 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.