Penambangan Pasir Laut, AJI Makassar Kecam Fitnah ke Walhi Sulsel

Reporter

Sejumlah aktivis melakukan aksi Melawan Asap di depan gedung Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, 27 Agustus 2018. Dalam aksinya, Walhi menuntut pemerintah mengeluarkan kebijakan perlindungan kawasan hutan dan ekosistem rawa gambut agar peristiwa kebakaran hutan tidak terulang kembali di Indonesia. Tempo/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen Makassar mengecam fitnah kepada Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi Sulawesi Selatan terkait aksi menolak penambangan pasir laut di Kodingareng. AJI menyatakan video berisi klaim bahwa organisasinya dimanfaatkan Walhi Sulawesi Selatan dalam kasus nelayan Kodingareng adalah palsu dan upaya merusak nama baik organisasi Walhi serta AJI.

“Walhi Sulsel tidak pernah memanfaatkan AJI Makassar dalam kasus tersebut,” kata Ketua AJI Makassar Nurdin Amir lewat keterangan tertulis, Jumat, 25 September 2020.

Konten video yang dimaksud Amir diunggah di Facebook oleh akun yang menamakan diri Komunitas Tanpa Pamrih pada 15 dan 21 September 2020. Dua video itu berjudul ‘WALHI terus mengorbankan masyarakat Kodingareng! Stop Provokasi Warga! Stop Adu domba warga!!!’ dan ‘BIARKAN NELAYAN KODINGARENG TENANG MENCARI NAFKAH!!!’.

Nurdin mengatakan AJI mendukung upaya advokasi yang dilakukan oleh Walhi terhadap nelayan Kodingareng. Dia mengatakan AJI tak pernah membuat pamflet seperti yang muncul dalam video menit ke 22-27. Menurut Nurdin, organisasinya memang memiliki perhatian pada isu perempuan kelompok marginal dan kemiskinan, seperti isu nelayan Kodingareng yang pendapatannya turun akibat penambangan pasir laut di kawasan mereka mencari ikan.

“Apalagi, fakta yang ditemukan jurnalis anggota AJI di Pulau Kodingareng, selama adanya tambang pasir laut di wilayah tangkap nelayan, pendapatan nelayan menurun,” ujar Nurdin.

Staf Penguatan Organisasi dan Rakyat Walhi Sulawesi Selatan Muhammad Ferdhiyadi menilai isu miring terkait advokasi nelayan Kodingareng sebagai upaya mendelegitimasi gerakan warga itu. “Pada kenyataan warga Pulau Kodingareng tidak menganggap Walhi Sulsel sebagai provokator tetapi justru bersama-sama berjuang menolak aktivitas tambang pasir laut,” kata Ferdhi.






Pulau Pari Terancam Tenggelam, Warga Tuntut PT Holcim ke Pengadilan Swiss

5 hari lalu

Pulau Pari Terancam Tenggelam, Warga Tuntut PT Holcim ke Pengadilan Swiss

Warga Pulau Pari menggugat PT Holcim ke Pengadilan Swiss karena diduga berkontribusi terhadap perubahan iklim yang mengancam pulau tersebut


4 Kudapan Goyang Lidah Kuliner Sulawesi Selatan

6 hari lalu

4 Kudapan Goyang Lidah Kuliner Sulawesi Selatan

Kuliner khas Sulawesi Selatan banyak ragamnya, setidaknya 4 kudapan popuker ini mewakilinya.


Selayang Pandang Keindahan Pulau Selayar

6 hari lalu

Selayang Pandang Keindahan Pulau Selayar

Pulau Selayar merupakan kawasan di bawah administratif Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Berikut beberapa keistimewaannya


6 Kuliner Khas Sulawesi Selatan yang Paling Dicari, Pisang Epe sampai Pallubasa

8 hari lalu

6 Kuliner Khas Sulawesi Selatan yang Paling Dicari, Pisang Epe sampai Pallubasa

Ragam kuliner dari Provinsi Sulawesi Selatan, apa saja selain coto Makassar dan sop Konro? Perlu coba Pallubasa.


Kementan Jamin Ketersediaan Telur di Indonesia Timur Aman

10 hari lalu

Kementan Jamin Ketersediaan Telur di Indonesia Timur Aman

Produksi telur di Sulawesi Selatan mengalami surplus.


Sanksi Demosi untuk Bharada Sadam karena Langgar Kebebasan Pers, AJI: Harusnya Sanksi Pidana

13 hari lalu

Sanksi Demosi untuk Bharada Sadam karena Langgar Kebebasan Pers, AJI: Harusnya Sanksi Pidana

Eks sopir dan ajudan Ferdy Sambo, Bharada Sadam dijatuhi sanksi etik karena melakukan pelanggaran terhadap kebebasan pers.


Mengenal Uang Panai dalam Adat Pernikahan Suku Bugis

14 hari lalu

Mengenal Uang Panai dalam Adat Pernikahan Suku Bugis

Uang panai adalah salah satu rangkaian dalam adat perkawinan adat masyarakat Bugis. Bagaimana aturannya?


Geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan Masuk UNESCO Global Geopark

19 hari lalu

Geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan Masuk UNESCO Global Geopark

Ada 9 rekomendasi dari tim asesor yang harus ditindaklanjuti untuk memenuhi Geopark Maros Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark.


Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM di Makassar, Mahasiswa Tak terpengaruh Bentrok Antarwarga

20 hari lalu

Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM di Makassar, Mahasiswa Tak terpengaruh Bentrok Antarwarga

Ratusan massa mahasiswa demo tolak kenaikan BBM di Makassar. Terjadi bentrok antarwarga, tapi mahasiswa tak terprovokasi.


Muhammadiyah dan 70 Pemimpin Lintas Agama Kumpul di Bogor Bahas Perubahan Iklim

26 hari lalu

Muhammadiyah dan 70 Pemimpin Lintas Agama Kumpul di Bogor Bahas Perubahan Iklim

Dialog lintas agama ini dilakukan Muhammadiyah dan Ashoka Indonesia karena dampak perubahan iklim dan bencana tidak memandang agama