Jhoni Allen Tuding SBY Dalangi Kudeta Demokrat Era Anas Urbaningrum

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menutup pembekalan calon anggota legislatif DPR RI di The Sultan Hotel, Jakarta, Ahad, 11 November 2018. SBY sekaligus mencurahkan isi hatinya menahan emosi hampir 10 tahun difitnah soal kasus Bank Century dan Hambalang. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan kader Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun kini balik menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah melakukan kudeta partai. Menurut Jhoni, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu dulu mengambil alih kursi ketua umum dari Anas Urbaningrum yang terpilih dalam kongres di Bandung pada 2010.

Dalam perjalanannya, Anas Urbaningrum tersandung masalah hukum. Anas ketika itu terseret dalam kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang yang lebih dulu menjerat Bendahara Umum Demokrat saat itu, Muhammad Nazaruddin.

"Namun belum status tersangka, SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai dan Presiden Republik Indonesia mengambil kekuasaan ketua umum Anas Urbaningrum dengan cara membentuk presidium," kata Jhoni Allen lewat video yang dibagikan koleganya, Darmizal, dikutip Senin, 1 Maret 2021.

Jhoni mengatakan SBY kemudian menjadi ketua presidium, sedangkan wakil ketuanya Anas yang tak lagi memiliki fungsi dalam menjalankan roda Partai Demokrat sebagai ketua umum. "Inilah kudeta yang pernah terjadi di Partai Demokrat," kata Jhoni.

Jhoni Allen mengatakan, setelah Anas menjadi tersangka, Demokrat menggelar kongres luar biasa di Bali pada 2013. Ketika itu, kata dia, SBY mengatakan hanya akan melanjutkan sisa kepemimpinan Anas hingga tahun 2015.

Jhoni Allen pun mengaku diperintahkan SBY agar tak membujuk Marzuki Alie, kader yang saat itu menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, untuk tak maju sebagai calon ketua umum. Padahal, kata Jhoni, dalam kongres sebelumnya Marzuki meraih suara terbanyak kedua setelah Anas.

Jhoni pun menuding SBY merekayasa jalannya kongres tahun 2015 di Surabaya agar dia menjadi calon tunggal ketua umum Demokrat. "Inilah bentuk pengingkaran janjinya terhadap dirinya sendiri dan para kader Partai Demokrat di seluruh Tanah Air," ucapnya.

Menurut Jhoni Allen, yang paling meresahkan para ketua DPC dan DPD seluruh Indonesia adalah dibuatnya peraturan organisasi yang mengamputasi hak DPC dan DPD. Caranya dengan mengambil iuran anggota fraksi DPRD provinsi dan kabupaten/kota untuk sebagian disetor kepada DPP, serta penentuan calon kepala daerah tanpa ada pertanggungjawaban.

Baca juga: Demokrat Pecat 7 Kadernya

Selanjutnya, Jhoni juga menuding SBY kembali merekayasa kongres V di Jakarta pada 2020. Ia menyebut tak pernah ada pembahasan dan penetapan tata tertib acara, di mana salah satunya memuat syarat pemilihan ketua umum. SBY, kata Jhoni, juga tak menyampaikan laporan pertanggungjawaban sebagai ketua umum periode 2015-2020.

Jhoni juga mengklaim ada pengusiran terhadap peserta kongres yang tak memiliki hak suara. Menurut dia, semua peserta kongres mestinya memiliki hak bicara. Ia pun menganggap SBY telah mendesain ketua-ketua DPD Demokrat seluruh Indonesia untuk mendeklarasikan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, menjadi ketua umum.

"Makanya AHY berada di puncak gunung tapi tidak pernah mendaki. Oleh sebab itu AHY selaku ketua umum tidak tahu cara turun gunung, sehingga Bapaknya, SBY yang saya hormati, menjadi turun gunung. Inilah yang saya sebut krisis kepemimpinan," ujar Jhoni Allen.

Jhoni Allen pun menyerukan kongres luar biasa Partai Demokrat. Ia menilai kongres luar biasa menjadi solusi untuk mengembalikan Demokrat menjadi partai demokratis, terbuka, dan modern.

Sejumlah pendiri dan kader senior Demokrat sebelumnya memang telah menyatakan bakal menggelar kongres luar biasa dalam waktu dekat. Salah satu pendiri, Ilal Ferhard, menyebut KLB akan digelar pada awal Maret 2021.






Relawan Anies Baswedan Dukung Usul AHY untuk Bentuk Sekretariat Perubahan

11 jam lalu

Relawan Anies Baswedan Dukung Usul AHY untuk Bentuk Sekretariat Perubahan

Relawan Anies Baswedan sepakat dengan AHY bahwa sekretariat bersama bisa menjadi game changer.


AHY Ungkap Syarat Partai Lain yang Ingin Bergabung ke Koalisi Perubahan

14 jam lalu

AHY Ungkap Syarat Partai Lain yang Ingin Bergabung ke Koalisi Perubahan

AHY berharap terbentuknya Koalisi Perubahan dapat menghadirkan energi perjuangan yang lebih besar.


PKS Setuju Usulan AHY untuk Bikin Sekretariat Koalisi

15 jam lalu

PKS Setuju Usulan AHY untuk Bikin Sekretariat Koalisi

Sekretariat koalisi dinilai akan memperkuat kebersamaan serta komitmen kerja sama koalisi antara PKS, Nasdem, dan Demokrat.


Demokrat Resmi Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Ini Pernyataan Lengkap AHY

20 jam lalu

Demokrat Resmi Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Ini Pernyataan Lengkap AHY

Partai Demokrat resmi mendukung Anies Baswedan menjadi Bakal Calon Presiden dalam Pilpres 2024.


Dukungan Maju Pilpres 2024: Melihat Lagi Kedekatan Anies Baswedan dengan AHY-Demokrat

21 jam lalu

Dukungan Maju Pilpres 2024: Melihat Lagi Kedekatan Anies Baswedan dengan AHY-Demokrat

Partai Demokrat resmi mendukung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024. Bagaimana kedekatan Anies dengan AHY-Demokrat tempo dulu?


Resmi, Partai Demokrat Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

1 hari lalu

Resmi, Partai Demokrat Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Hari Murtiyudhoyono akhirnya mengumumkan dukungannya kepada Anies Baswedan untuk maju pada Pilpres 2024.


Soal Cawapres Anies Baswedan, NasDem Sebut Khofifah Indar Parawansa Jadi Salah Satu Figur yang Diperhitungkan

2 hari lalu

Soal Cawapres Anies Baswedan, NasDem Sebut Khofifah Indar Parawansa Jadi Salah Satu Figur yang Diperhitungkan

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali menyatakan Gubernur Jawa Timur memiliki basis massa sehingga diperhitungkan sebagai Cawapres Anies Baswedan.


Lanjutkan Safari Politik, Anies Baswedan Temui Masyarakat Baduy

2 hari lalu

Lanjutkan Safari Politik, Anies Baswedan Temui Masyarakat Baduy

Anies Baswedan melanjutkan safari politiknya di wilayah Provinsi Banten dengan menemui masyarakat Baduy pada hari ini.


Survei LSI: PDIP Masih Unggul dengan 21,9 Persen, Golkar Disalip Demokrat

4 hari lalu

Survei LSI: PDIP Masih Unggul dengan 21,9 Persen, Golkar Disalip Demokrat

LSI mengungkapkan hasil survei terbarunya bahwa PDIP masih mendominasi dengan 21,9 persen dari pilihan responden.


Demokrat Sebut Deklarasi Koalisi Menunggu Konsensus

4 hari lalu

Demokrat Sebut Deklarasi Koalisi Menunggu Konsensus

Ketum Demokrat AHY menjelaskan deklarasi Koalisi Perubahan setelah ada konsensus