Stasiun Tawang Semarang Kembali Dilanda Banjir

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan menyelamatkan sejumlah barang dari kantor yang terendam banjir di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 6 Februari 2021. Akibat banjir setinggi hingga 70 cm tersebut, PT KAI (Persero) DAOP 4 Semarang mengalihkan sejumlah rute perjalanan kereta api. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    Karyawan menyelamatkan sejumlah barang dari kantor yang terendam banjir di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 6 Februari 2021. Akibat banjir setinggi hingga 70 cm tersebut, PT KAI (Persero) DAOP 4 Semarang mengalihkan sejumlah rute perjalanan kereta api. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Selasa sore menyebabkan Stasiun Tawang Semarang kembali dilanda banjir.

    Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan hujan deras menyebabkan genangan di akses masuk, halaman, serta hall stasiun. Bahkan banjir juga menggenangi rel di stasiun tersebut dengan ketinggian mencapai 14 cm dari kopel.

    Akibat banjir itu, menurut dia, aktivitas naik dan turun penumpang di Stasiun Tawang dialihkan ke Stasiun Poncol.  "Sambil upaya pemulihan, aktivitas penumpang dipindahkan ke Stasiun Poncol," kata dia di Semarang, Rabu, 24 Februari 2021.

    Akibat lumpuhnya Stasiun Tawang, lanjut dia, perjalanan sejumlah KA terpengaruh, antara lain KA Jayabaya tujuan Malang-Jakarta dan KA Joglosemarkerto tujuan Solo maupun Purwokerto.

    Ia menjelaskan penumpang kereta yang tertahan perjalanannya itu selanjutnya diangkut dengan menggunakan bus ke stasiun yang sudah disiapkan KA penggantinya.

    Krisbiyantoro menambahkan upaya untuk mengurangi debit air di Stasiun Tawang sudah dilakukan, antara lain dengan menggunakan pompa pengendali banjir.

    Baca: Sejumlah Kawasan di Kota Semarang Terendam Banjir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.