Epidemiolog Usul Pemerintah Atur Pembatasan Mudik Usai Kurangi Cuti Bersama

Reporter

Penumpang saat menuju bus untuk melakukan keberangkatan Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Kamis, 11 Februari 2021. Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Terminal Terpadu Pulo Gebang pada hari ini hingga pukul 14.00 WIB, jumlah pemudik yang diberangkatkan menuju luar Jakarta melalui Terminal Terpadu Pulo Gebang sebanyak 466 penumpang, hal tersebut seiring dengan libur panjang Imlek 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman meminta pemerintah untuk mengambil langkah lanjutan setelah memangkas cuti bersama dari tujuh hari menjadi dua hari. Dicky mengatakan salah satunya ialah dengan membuat pembatasan mudik saat Lebaran nanti.

"Larangan mudik ya harus. Tak hanya untuk ASN dan pegawai BUMN, tapi seluruh masyarakat. Mudiknya ya di situ saja di kotanya," kata Dicky saat dihubungi Tempo, Selasa, 23 Februari 2021.

Dicky mengatakan hal ini untuk kebaikan bersama. Ia mengatakan mobilitas dan interaksi selama masa mudik terhitung sangat tinggi. Padahal mobilitas dan interaksi ini yang memicu tingginya kasus Covid-19 di Indonesia. Pengurangan cuti bersama, ia nilai, adalah langkah awal yang baik.

"Setidaknya dua tahun ini, tahun ini dan tahun depan adalah masa yang sangat rawan dan kita harus cegah sebanyak mungkin korban. Kalau bisa tak ada korban, meski itu sulit. Tapi setidaknya tak ada yang meninggal," kata Dicky.

Untuk melakukan itu, ia mengatakan, pemerintah harus sudah mulai membahas regulasinya (soal mudik Lebaran) dari sekarang. Seperti halnya pemangkasan cuti besar kemarin.

"Karena regulasinya harus semua sektor bersinergi, artinya harus mempertimbangkan untuk pembatasan kegiatan, mobilisasi, interaksi, tapi juga mempertimbangkan aspek lainnya," kata Dicky.

Dicky memahami pariwisata di satu sisi ingin berjalan dan masyarakat pun kerap jenuh dengan situasi pembatasan berkegiatan. Namun ia mengatakan pembatasan mobilitas dan interaksi adalah hal yang tak bisa dikompromikan.

Walaupun tetap berjalan, ia menyarankan agar pariwisata di daerah memberlakukan pembatasan pada pengunjungnya. "Wisata yang outdoor dibuat protokol kesehatan yang bisa meminimalisir. Pendatangnya dari wilayah situ, bukan dari luar kota. Sebagai bentuk kompensasi daerah, kegiatan di wilayah, tapi juga tak menambah masalah," kata Dicky.

Pemerintah memangkas cuti bersama 2021 dari tujuh hari menjadi dua hari. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Baca juga: Pemerintah Potong Jatah Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari Jadi 2 Hari






China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

1 jam lalu

China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

Pemerintah China semakin banyak memberlakukan lockdown di kota-kota karena antisipasi penyebaran Covid-19. Protes anti-lockdown terus berlangsung.


Studi: Subvarian Omicron BA.2 Berlipat Ganda Lebih Cepat di Sel Otak

3 jam lalu

Studi: Subvarian Omicron BA.2 Berlipat Ganda Lebih Cepat di Sel Otak

Para peneliti mengatakan bahwa subvarian Omicron BA.2 memicu tingkat kematian sel terprogram yang jauh lebih tinggi setelah infeksi sel otak.


Aktivitas Pabrik di Cina Terkontraksi karena Aturan Covid-19

5 jam lalu

Aktivitas Pabrik di Cina Terkontraksi karena Aturan Covid-19

Aktivitas pabrik di Cina terkontraksi lebih cepat pada November 2022 buntut dari pembatasan aktivitas karena penyebaran Covid-19


Waspada Penguras Saldo Rekening dengan Modus Soceng Mobile Banking, Apa Itu?

7 jam lalu

Waspada Penguras Saldo Rekening dengan Modus Soceng Mobile Banking, Apa Itu?

Pakar keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengungkap salah satu modus pembobolan rekening bank.


Warga Cina yang Ikut Unjuk Rasa Menolak Aturan Covid-19 Mulai Diburu Polisi

10 jam lalu

Warga Cina yang Ikut Unjuk Rasa Menolak Aturan Covid-19 Mulai Diburu Polisi

Dua sumber yang ikut berunjuk rasa menolak aturan Covid-19, di telepon oleh Kepolisian Beijing yang meminta mereka melakukan lapor diri.


Top 3 Dunia: Dukungan Keluarga untuk Anwar Ibrahim dan Reporter BBC Ditahan Cina

11 jam lalu

Top 3 Dunia: Dukungan Keluarga untuk Anwar Ibrahim dan Reporter BBC Ditahan Cina

Top 3 dunia pada 29 November 2022 masih didominasi oleh pemberitaan Anwar Ibrahim yang baru dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia.


Sejumlah Negara Mendukung Unjuk Rasa Menolak Lockdown di Cina

21 jam lalu

Sejumlah Negara Mendukung Unjuk Rasa Menolak Lockdown di Cina

Inggris mengatakan Cina harus mau mendengarkan suara rakyatnya sendiri. Warga Cina mencoba mengatakan mereka tidak senang dengan aturan Covid-19.


Seniman Cina Ai Weiwei Tak Yakin Protes Covid-19 Dapat Menggulingkan Xi Jinping

22 jam lalu

Seniman Cina Ai Weiwei Tak Yakin Protes Covid-19 Dapat Menggulingkan Xi Jinping

Pemerintahan Presiden Xi Jinping dinilai sulit goyah karena tidak ada agenda politik yang jelas dalam protes menolak kebijakan Covid-19 di Cina.


Klaim Jadi Korban Kekerasan Polisi dalam Demo, Kemenlu China Sebut BBC Playing the Victim

23 jam lalu

Klaim Jadi Korban Kekerasan Polisi dalam Demo, Kemenlu China Sebut BBC Playing the Victim

Juru bicara Kemenlu China, Zhao Lijian, menuding BBC hanya "playing the victim" dengan menyatakan reporternya jadi korban kekerasan polisi.


Produksi Toyota Global Oktober Naik 23 Persen

1 hari lalu

Produksi Toyota Global Oktober Naik 23 Persen

Produki Toyota secara global pada Oktober lalu mencapai 771.382 unit, naik dibanding target semula sebanyak 750.000 unit.