Dukcapil Ganti 23.064 Dokumen Kependudukan Korban Banjir di Jateng

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengevakuasi diri secara mandiri menggunakan perahu ke tempat yang lebih tinggi akibat banjir di Kelurahan Trimulyo, Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 8 Februari 2021. Personel gabungan TNI-Polri, serta BPBD Semarang telah berupaya membujuk warga untuk dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi, namun sebagian warga memilih bertahan di permukiman yang masih terendam banjir karena khawatir dengan harta benda mereka. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    Warga mengevakuasi diri secara mandiri menggunakan perahu ke tempat yang lebih tinggi akibat banjir di Kelurahan Trimulyo, Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 8 Februari 2021. Personel gabungan TNI-Polri, serta BPBD Semarang telah berupaya membujuk warga untuk dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi, namun sebagian warga memilih bertahan di permukiman yang masih terendam banjir karena khawatir dengan harta benda mereka. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim kolaborasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) mengganti 23.064 dokumen kependudukan korban banjir di Jawa Tengah yang hilang atau rusak.

    Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan bahwa tim tanggap darurat telah bergerak sejak 19 Februari 2021 di tiga kabupaten kota, yaitu Kota Semarang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Demak.
     
    Tim juga berkoordinasi dengan Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Batang soal dokumen kependudukan warga terdampak bencana banjir.
     
    Jumlah dokumen kependudukan yang diganti sebanyak 23.064 dokumen, terdiri atas 18.370 kartu keluarga (KK), 3.497 KTP elektronik, dan 1.197 akta kelahiran.
     
     
    Selain itu, pihaknya juga mencetakkan 150 lembar akta kematian bagi korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir dan longsor setelah ada laporan dari RT/RW atau keluarga yang bersangkutan dengan prosedur yang tidak rumit.
     
    Dokumen kependudukan yang telah diterbitkan itu sudah diterima oleh masyarakat. Untuk KK, Zudan menginformasikan sebanyak 13.585 dokumen sudah didistribusikan ke masing-masing desa kelurahan untuk diterima oleh masyarakat.
     
    "Dari jumlah yang didistribusikan ke desa/kelurahan, 5.805 KK di antaranya sudah diterima oleh warga yang bersangkutan," kata Zudan di Jakarta, Senin, 22 Februari 2021.
     
    Kerja Tim Dukcapil Tanggap Darurat tersebut juga mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Kepala Dinas Dukcapil Kota Pekalongan Suciono berterima kasih atas asistensi dan bantuan fasilitasi dari pemerintah pusat melalui Ditjen Dukcapil Kemendagri.
     
    Menurut dia, pihaknya bersama lima dinas dukcapil di daerah terdampak bencana lainnya akan terus berupaya melakukan pelayanan penggantian dokumen kependudukan.
     
    "Pelayanan yang kami lakukan ini gratis, tanpa biaya. Berapa pun dokumen kependudukan yang dicetak kembali, semuanya gratis," ujarnya.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?