10 Kecamatan di Semarang Terendam Banjir, Korban Mengungsi di Rumah Kerabat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengangkut sepeda motor dengan mengarungi jalan yang terendam banjir di Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 6 Februari 2021. Sejumlah jalan protokol maupun alternatif di Kota Semarang terendam banjir dengan ketinggan bervariasi antara sekitar 20 sentimeter hingga sekitar 1 meter akibat curah hujan tinggi sejak 5 Februari malam serta kurang lancarnya drainase yang menyebabkan lalu lintas terganggu. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    Warga mengangkut sepeda motor dengan mengarungi jalan yang terendam banjir di Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 6 Februari 2021. Sejumlah jalan protokol maupun alternatif di Kota Semarang terendam banjir dengan ketinggan bervariasi antara sekitar 20 sentimeter hingga sekitar 1 meter akibat curah hujan tinggi sejak 5 Februari malam serta kurang lancarnya drainase yang menyebabkan lalu lintas terganggu. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    TEMPO.CO, Semarang - Sepuluh kecamatan di Kota Semarang terendam banjir setelah Ibu Kota Jawa Tengah tersebut diguyur hujan Jumat malam, 5 Februari 2021. Air mulai menggenangi perkampungan dan jalan raya sejak Sabtu dini hari.
     
    Ketinggian banjir bervariasi mulai 30 centimeter sampai satu meter lebih. "Banjir melanda sepuluh kecamatan. Kurang lebih 76 kelurahan," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang Winarsono pada Sabtu, 6 Februari 2021.
     
    Dia menyebutkan, sepuluh kecamatan tersebut adalah Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Tengah, Semarang Selatan, Ngaliyan, Pedurungan, Semarang Timur,  Gayamsari, dan Genuk.

    Baca: Hari Pertama Gerakan Jateng di Rumah Saja, Ganjar: Alhamdulillah Berjalan Bagus

     
    Winarso menyebut, saat telah didirikan dua posko dapur umum untuk warga korban banjir di Kota Semarang. "Dapur umum didirikan di Kelurahan Mangkang Wetan dan Gayamsari," sebut dia.
     
    Meski banjir cukup parah, belum didirikan posko pengungsian. Warga korban banjir memilih mengungsi di rumah saudara atau tetangga yang rumahnya aman.
     
    Selain banjir, longsor juga melanda sejumlah titik di Kota Semarang. Akibatnya satu orang ditemukan meninggal dunia tertimbun longsor di Kelurahan Jomlang Kecamatan Candisari Kota Semarang. "Masih ada satu orang proses pencarian yang tertimbun," ungkapnya.
     
    Winarso menyebut, guna mengantisipasi curah hujan yang mungkin akan kembali mengguyur Kota Semarang, disiagakan tim evakuasi di setiap kecamatan. "Terdiri atas tim gabungan dari berbagai stakeholder," kata dia.
     
    JAMAL A. NASHR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.