Polisi Mempersiapkan Autopsi Jenazah Pendeta Yeremia

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw usai rapat dengar pendapat di Gedung Nusantara II DPR-MPR Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu, 20 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw usai rapat dengar pendapat di Gedung Nusantara II DPR-MPR Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu, 20 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan polisi sedang mempersiapkan segala sesuatunya sebelum dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan autopsi jenazah Pendeta Yeremia Zanambani di Hipadipa.

    "Kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga, khususnya istri dan anak-anak almarhum yang memberikan izin dilakukan autopsi," kata Paulus menjawab pertanyaan Kantor Berita Antara di Jayapura, Senin, 22 Februari 2021.

    Menurut Paulus, dengan sudah dikantonginya izin dari keluarga, maka berbagai persiapan dilakukan. Termasuk kembali menghubungi dokter forensik yang akan melakukan autopsi terhadap jenazah Pendeta Yeremia.

    Tim dokter yang akan melakukan otopsi didatangkan dari Makassar. Namun Paulus belum dapat memastikan kapan autopsi dilaksanakan. Polda Papua, kata Paulus, sudah meminta Pemda Intan Jaya untuk meminta warganya turut menjaga kamtibmas sehingga autopsi dan olah TK dapat berlangsung aman dan tanpa gangguan.

    "Jangan sampai saat autopsi dilakukan terjadi kontak tembak sehingga tidak dapat terlaksana dengan baik akibat terjadinya gangguan," kata dia.

    Pendeta Yeremia  Zanambani ditemukan meninggal 19 September 2020 akibat luka tembak. Jenazahnya ditemukan di kampung Hipadipa, Kabupaten Intan Jaya.

    Baca Juga:  Komnas HAM: Sebelum Meninggal, Pendeta Yeremia Sempat Berkomunikasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?