Menkes: Hari Ini Saya Bahagia, Sebab 1 Juta Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kesehatan melakukan pendaftaran sebelum menerima vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama saat vaksinasi massal di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta, Ahad, 7 Februari 2021. . Dari angka tersebut, baru sebanyak 137.207 nakes yang mendapat dosis kedua. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tenaga kesehatan melakukan pendaftaran sebelum menerima vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama saat vaksinasi massal di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta, Ahad, 7 Februari 2021. . Dari angka tersebut, baru sebanyak 137.207 nakes yang mendapat dosis kedua. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah tenaga kesehatan yang sudah disuntik vaksin Covid-19 mencapai lebih dari satu juta orang. "Hari ini saya bahagia, kenapa? Vaksinasi tembus satu juta tenaga kesehatan hari ini," kata dia di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 11 Februari 2021.

    Budi mengklaim jumlah itu telah menyentuh 85 persen dari target tenaga kesehatan yang divaksinasi. Adapun target jumlah tenaga kesehatan yang divaksin sekitar 1,48 juta orang. "Mudah-mudahan bisa lebih cepat," kata dia.

    Budi mengatakan sejumlah tenaga kesehatan belum menerima vaksin karena sejunlah alasan. Misalnya, karena memiliki komorbid, sedang hamil atau mengidap darah tinggi.

    Budi mengatakan dengan pencapaian ini, pemerintah dapat memulai golongan selanjutnya penerima vaksin prioritas, yaitu orang lanjut usia dan tenaga publik. "Awal minggu ini sudah mulai penyuntikan lansia," kata dia.

    Adapun target vaksinasi adalah 181,5 juta masyarakat Indonesia usia di atas 18 tahun. Dengan jumlah itu, berarti pemerintah memerlukan 363 juta dosis vaksin, sebab satu orang butuh dua kali suntikan. Menkes Budi Gunadi mendatangi KPK untuk memantau proses pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 itu.

    Baca juga: Kemenkeu Tegaskan Insentif Tenaga Kesehatan Tidak Dipotong 50 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.