Gunung Raung Meletus, Abu Vulkanik Ganggu Aktivitas Warga Banyuwangi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Raung mengeluarkan asap terlihat dari Desa Pakisan, Tlogosari, Bondowoso, Jawa Timur, Ahad, 24 Januari 2021. Namun PVMBG membantah dentuman yang terdengar di Malang berkaitan dengan aktivitas Gunung Raung. ANTARA/Seno

    Gunung Raung mengeluarkan asap terlihat dari Desa Pakisan, Tlogosari, Bondowoso, Jawa Timur, Ahad, 24 Januari 2021. Namun PVMBG membantah dentuman yang terdengar di Malang berkaitan dengan aktivitas Gunung Raung. ANTARA/Seno

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Abu vulkanik akibat letusan Gunung Raung mulai menghujani sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sejak beberapa hari terakhir dan banyak warga merasakan mata perih saat berkendara.

    Meskipun demikian, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyuwangi Eka Muharam meminta warga tetap tenang dengan sebaran abu vulkanik gunung api yang sudah menghujani wilayah itu.

    "Sesuai dengan koordinasi yang dilakukan dengan petugas Pos Pengamawatan Gunung Api (PPGA) Raung, hujan abu masih dirasa aman," katanya di Banyuwangi, Minggu 7 Februari 2021.

    Pihaknya juga meminta kepada warga untuk melengkapi kacamata dan masker saat akan berkendara, khususnya kendaraan roda dua. "Kami imbau masyarakat menggunakan masker dan kacamata yang akan keluar rumah," ucapnya.

    ADVERTISEMENT

    Petugas Pos Pengamawatan Gunung Api (PPGA) Raung Burhan Alethea membenarkan kolom asap akibat letusan Gunung Raung mencapai 1.000 meter di atas puncak kawah. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal.

    "Asap/abu mengarah ke tenggara-timur. Sudah banyak laporan kepada kami, tadi abu juga menghujani kantor PPGA Raung," tuturnya.

    Kata Burhan, untuk aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu tidak banyak perubahan, dan petugas PPGA Raung mencatat adanya tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 3-20 MM (dominan 6 MM).

    "Aktivitas vulkanik biasa saja tidak ada peningkatan. Hanya saja secara visual yang sedikit berbeda," ujarnya.

    Arum Anugerah, salah seorang warga Olehsari, Banyuwangi, mengatakan teras depan rumah miliknya dipenuhi dengan abu vulkanik yang cukup tebal, dan warga juga merasakan perih di mata saat berkendara.

    "Waktu saya keluar rumah saya melihat teras depan rumah saya sudah dipenuhi oleh abu, kendaraan saya juga yang sedang diparkir sudah banyak abunya," tuturnya.

    Sejak Rabu (20/1) Gunung Raung mengalami letusan dan selanjutnya pada Kamis (21/1), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan aktivitas vulkanik Gunung Raung dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II atau Status Waspada hingga saat ini.

    Baca: Gunung Raung Bergemuruh dan Pancarkan Cahaya Api, Mengkhawatirkan tapi Aman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.