Jika Ingin Diusung Capres 2024, Demokrat Sarankan Moeldoko Daftar Jadi Kader

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyarankan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mendaftar menjadi kader partainya jika ingin diusung menjadi calon presiden di Pemilu 2024. Dia mengecam jika keinginan itu hendak dicapai dengan mengambil alih Partai Demokrat dan menggulingkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi ketua umum.

    "Kalau KSP Moeldoko mau menjadi capres melalui Partai Demokrat, ya bikin kartu tanda anggota dulu. Jangan tiba-tiba ingin menjadi ketua umum apalagi melalui kongres luar biasa," kata Herzaky dalam keterangan video, Selasa malam, 2 Februari 2021.

    Hal ini disampaikan Herzaky menanggapi konferensi pers sejumlah senior Partai Demokrat yang blak-blakan menyatakan ingin Moeldoko menjadi ketua umum menggantikan AHY. Konferensi pers itu disampaikan oleh mantan pengurus Demokrat Yos Sudarso dan Darmizal.

    Baca: Dituding Aktor Kudeta Demokrat, Darmizal Akui Sering Ketemu Moeldoko

    Yos Sudarso sebelumnya mengklaim ada empat faksi yang ingin Moeldoko menjadi ketua umum Demokrat. Gerakan itu juga diklaim seperti gerakan menjemput Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden pada 2004 lalu. Yos lantas mempertanyakan apa kesalahan mereka melakukan gerakan tersebut.

    "Pelaku gerakan bernama Bapak Yos Sudarso menyatakan apa salahnya kami melakukan ini? Salahnya adalah upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah melalui kongres luar biasa," kata Herzaky.

    Herzaky menyarankan agar semua pihak yang mengemban amanah dan jabatan dari Presiden Jokowi saat ini fokus bekerja membantu rakyat. Ia menyebut langkah Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengirim surat kepada Presiden Jokowi pun demi memastikan agar tak ada pihak-pihak yang mencatut nama Presiden Jokowi untuk tujuan tak baik.

    Sebelumnya, Demokrat menyebut Moeldoko mengaku mendapat restu dari 'Pak Lurah' untuk mengambil alih partai berlambang bintang mercy itu. Istilah 'Pak Lurah' ditengarai merujuk pada Presiden Jokowi. Dalam bantahannya, Moeldoko meminta agar Presiden tak dibawa-bawa dalam persoalan ini. Herzaky mengklaim AHY mengirim surat kepada Presiden Jokowi demi menjaga hubungan baik dan lancarnya komunikasi. 

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.