Sejumlah Pihak Disebut Bakal Polisikan Dugaan Rasisme terhadap Natalius Pigai

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, seusai mengisi acara di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2019. Ryan Dwiky Anggriawan/Tempo

    Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, seusai mengisi acara di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2019. Ryan Dwiky Anggriawan/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pihak disebut akan menempuh langkah hukum terkait dugaan rasisme oleh Ambroncius Nababan terhadap Natalius Pigai. Salah satunya ialah DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat.

    Ketua Majelis Pemuda Indonesia DPP KNPI Rifai Darus mengatakan, selain KNPI, ada lima hingga kelompok yang sudah mendatangi Kepolisian Daerah Papua dan Polda Papua Barat. Mereka meminta agar Kepolisian menindak tegas perbuatan rasisme terhadap orang Papua.

    "Yang muncul ke media salah satunya KNPI Papua Barat, tapi sampai siang ini banyak sekali. Sudah ada yang ke Polda Papua begitu juga Polda Papua Barat," kata Rifai kepada Tempo, Senin, 25 Januari 2021.

    Di media sosial, beredar pesan kepada pengurus DPD KNPI Papua Barat dari Ketua Sius Dowansiba dan Sekretaris Jemmy J Lusanda. Tertulis bahwa DPD KNPI Papua Barat akan mengambil langkah hukum untuk melapor ke Polda Papua Barat. Pengurus pun diminta hadir dengan berkumpul di Gedung Pemuda KNPI Papua Barat.

    Rifai mengatakan ada juga sekelompok masyarakat yang menghimpun petisi. Dia mengklaim, mahasiswa dan kelompok alumni di Papua juga turut dalam gerakan memprotes rasisme ini. Mereka, kata Rifai, bukan cuma meminta penindakan hukum terhadap Ambroncius Nababan, tetapi juga ke siapa pun yang berbuat rasis kepada orang Papua.

    "Jadi bukan kepada Pak (Ambroncius) Nababan saja, tapi kepada siapa saja yang selama ini tidak tersentuh oleh hukum diminta ayo, dengan Kapolri yang baru ayo (diproses)," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini.

    Mantan Ketua KNPI Papua ini mengatakan dugaan rasisme terhadap Natalius Pigai itu akan memicu gelombang gerakan di Papua dan Papua Barat. Dia mengatakan tindakan rasisme berulang lantaran selama ini tidak ada penindakan hukum yang tegas.

    "Hukum yang tidak adil, tidak ditegakkan dengan baik sehingga orang berulang-ulang melakukan hal yang sama kepada masyarakat daerah tertentu. Ini memacu dan memicu gerakan di Tanah Papua," kata dia.

    Ambroncius Nababan, diduga tergabung sebagai relawan pendukung Presiden Joko Widodo, menuai kritik lantaran ditengarai melontarkan ujaran rasisme terhadap mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) asal Papua, Natalius Pigai. Ujaran rasisme itu termuat dalam unggahan akun Facebook yang diduga milik Ambroncius.

    Dalam tangkapan layar yang beredar di media sosial, diduga Ambroncius mengunggah foto Natalius Pigai dan menyandingkannya dengan foto gorila. Di unggahan lainnya, dia mengomentari pemberitaan yang berisi pernyataan Natalius bahwa rakyat berhak menolak vaksinasi Covid-19.

    "Mohon maaf yg sebesar-besar nya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di vaksin. Faham?" Begitu teks yang tertulis dalam unggahan tertanggal 12 Januari itu.

    Baca juga: Pendukung Jokowi Dikritik atas Dugaan Ujaran Rasisme terhadap Natalius Pigai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.