Walhi Sebut Pemerintah Tak Siap Tangani Banjir Kalsel

Reporter

Banjir melanda kawasan Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Sebanyak 1.492 jiwa warga Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, Kamis (14/1/2021) dievakuasi tim gabungan dari rumahnya karena terendam banjir. (FOTO ANTARA/HO-BPBD Tapin/ist)

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia Kalimantan Selatan Kisworo Dwi Cahyono menilai pemerintah tidak siap menangani bencana banjir Kalsel.

"Pemerintah lagi-lagi tidak siap. Akhirnya rakyat lagi yang menanggung akibatnya," kata Kisworo kepada Tempo, Ahad, 17 Januari 2021.

Kisworo mengatakan Walhi sudah mengingatkan bahwa Kalsel dalam kondisi darurat ruang dan darurat bencana ekologis. "Kalsel dengan luas 3,7 juta hektare, ada 13 kabupaten kota, 50 persen Kalsel sudah dibebani izin tambang 33 persen dan perkebunan kelapa sawit 17 persen belum HTI dan HPH," katanya.

Selain carut marut tata kelola lingkungan dan sumber daya alam, Kisworo menilai, rusaknya daya tampung dan daya dukung lingkungan, termasuk tutupan lahan dan daerah aliran sungai, banjir kali ini sudah bisa diprediksi terkait cuaca oleh BMKG.

Tak hanya harta benda, Kisworo mengatakan, petani juga mengalami kerugian, seperti di Desa Sei Batang, Kabupaten Banjar, bibir padi ikut terganggu. "Belum lagi daerah lain ikan tambak, ternak, dan lain-lain. Pemerintah ke depan harus menyiapkan bibit gratis agar musim tanam tidak terganggu," katanya.

Melihat bencana yang kerap terulang, Kisworo mendesak pemerintah agar tanggap bencana, mengevaluasi perizinan industri ekstraktif, menghentikan izin baru. Kemudian penegakan hukum terhadap perusak lingkungan, perbaikan kerusakan lingkungan termasuk sungai dan drainase.

Pemerintah juga diminta mengevaluasi rencana tata ruang wilayah dan memastikan keselamatan rakyat agar banjir di Kalimantan Selatan tidak terulang.

Adapun kebutuhan yang mendesak dilakukan saat ini, Kisworo meminta, pemerintah segera menangani korban banjir Kalsel dengan evakuasi dan memenuhi hak-hak dasar. "Daerah yang harus segera ditangani Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut yang paling parah. Dan akses yang susah ditembus gunakan helikopter," ujarnya.

Baca juga: Banjir Kalsel: Jatam Nilai Akibat Hutan Berganti Jadi Kawasan Tambang dan Sawit

FRISKI RIANA






BMKG Umumkan Temuan Zona Patahan Cugenang, 1.800 Rumah Diminta Dipindah

30 menit lalu

BMKG Umumkan Temuan Zona Patahan Cugenang, 1.800 Rumah Diminta Dipindah

"Sudah kami sampaikan sebagai rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk dikosongkan dari peruntukan permukiman," kata Kepala BMKG.


ASDP Siapkan 71 Kapal ke Merak-Bakauheni Selama Natal dan Tahun Baru 2023

5 jam lalu

ASDP Siapkan 71 Kapal ke Merak-Bakauheni Selama Natal dan Tahun Baru 2023

PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan tujuh dermaga di Merak dan tujuh dermaga di Bakauheni serta 71 kapal untuk menyambut libur Natal dan tahun baru


Info Gempa Terkini BMKG: Susulan di Sukabumi dan Cianjur, lalu Pacitan

8 jam lalu

Info Gempa Terkini BMKG: Susulan di Sukabumi dan Cianjur, lalu Pacitan

BMKG mencatat gempa terkini dari laut selatan Jawa, tepatnya 99 kilometer barat daya Pacitan. Di Cianjur, gempa susulan tembus 400.


Gempa Sukabumi Pagi Ini Dirasakan Terkuat di Bandung, Ini Data BMKG

10 jam lalu

Gempa Sukabumi Pagi Ini Dirasakan Terkuat di Bandung, Ini Data BMKG

Gempa Sukabumi tak terkecuali menggetarkan kembali wilayah Cianjur. BMKG jelaskan pemicunya.


Gempa M5,8 Sukabumi Terasa hingga Jakarta Pagi Ini

11 jam lalu

Gempa M5,8 Sukabumi Terasa hingga Jakarta Pagi Ini

Gempa kembali terjadi di Jawa Barat.


Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Potensi Hujan Ringan hingga Sedang di Siang Hari

12 jam lalu

Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Potensi Hujan Ringan hingga Sedang di Siang Hari

Simak ramalan cuaca Jabodetabek hari ini dari BMKG


Serang Potensi Hujan Lebat, Banten Termasuk yang Siaga Bencana Hari Ini

12 jam lalu

Serang Potensi Hujan Lebat, Banten Termasuk yang Siaga Bencana Hari Ini

Bukan hanya Banten. Simak daerah mana saja yang mendapat peringatan dini siaga bencana hidrometeorologi dari BMKG hari ini.


Potensi Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun, Pemprov DKI Kaji Penerapan WFH

13 jam lalu

Potensi Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun, Pemprov DKI Kaji Penerapan WFH

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono sedang mengkaji penerapan bekerja dari rumah atai work from home (WFH) mengantisipasi cuaca ekstrem


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bibit Siklon Dekat Indonesia, Program Magister ITB

20 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bibit Siklon Dekat Indonesia, Program Magister ITB

Topik tentang BMKG memantau pergerakan dua bibit siklon tropis dekat wilayah Indonesia menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


10 Titik Berpotensi Pergerakan Tanah, PSI: BPBD Jangan Hanya Merilis, Rumuskan Mitigasi

1 hari lalu

10 Titik Berpotensi Pergerakan Tanah, PSI: BPBD Jangan Hanya Merilis, Rumuskan Mitigasi

Wakil Ketua Fraksi PSI DKI Jakarta, August Hamonangan mengatakan, prediksi BPBD DKI tentang potensi pergerakan tanah di 10 kecamatan mesti ditanggapi.